BOGOR,CEKLISSATU.COM - Perwakilan Keraton Sumedang Larang mengawal langsung kedatangan Mahkota Binokasih Sanghyang Pake ke Bogor dalam rangka Kirab Milangkala Tatar Sunda 2026.
Selain menjadi simbol kejayaan Sunda, Mahkota Binokasih tersebut juga membawa pesan mendalam tentang nilai cinta kasih, persaudaraan, dan kepemimpinan yang adil bagi masyarakat Sunda dan generasi masa kini.
Gamparan Pati Maha Patih Keraton Sumedang Larang, Raden Lily Djamhur Soemawilega mengantarkan sekaligus mengawal Mahkota Binokasih Sanghyang Pake hingga tiba di Kota Bogor pada Kamis (7/5/2026).
Baca Juga: Mahkota Binokasih Tiba di Bogor, Siap Dikawal dalam Kirab Budaya, Dedie Rachim: Momentum Langka
Mahkota Binokasih akan diikutkan dalam rangkaian Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda, pada Jumat (8/5/2026).
"Saya mewakili Keraton Sumedang Larang selaku Maha Patih Keraton mengucapkan banyak terima kasih kepada tuan rumah, khususnya kepada Wali Kota Bogor yang telah menerima delegasi dari Keraton Sumedang Larang dalam rangka pengawalan Mahkota Binokasih Sanghyang Pake," ucapnya.
Ia mengatakan, Kirab Milangkala Tatar Sunda dan kehadiran Mahkota Binokasih menjadi momentum penting untuk mempererat tali persaudaraan masyarakat Sunda.
Baca Juga: Kirab Budaya Mahkota Binokasih Siap Semarakkan Kota Bogor, Libatkan Ribuan Seniman
"Ini merupakan momentum yang sangat berarti. Kehadiran Kirab Milangkala Tatar Sunda bersama Mahkota Binokasih Sanghyang Pake diharapkan dapat menjadi fenomena baru dalam mempererat tali kekerabatan di antara masyarakat Sunda sebagai satu saudara yang memiliki identitas, jati diri bangsa, serta peradaban budaya dan kearifan lokal yang adiluhung," tuturnya.
Menurut dia, Mahkota Binokasih Sanghyang Pake memiliki makna filosofis tentang nilai cinta kasih yang harus dijadikan pedoman tertinggi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
"Nilai Binokasih berarti nilai cinta kasih sayang yang harus dipakai sebagai dasar dalam kehidupan. Dari nilai cinta kasih itulah akan lahir sistem tatanan dalam berbangsa dan bernegara," ujarnya.
Baca Juga: Kirab Budaya Mahkota Binokasih Siap Semarakkan Kota Bogor, Libatkan Ribuan Seniman
Raden Lily berharap, nilai-nilai yang terkandung dalam Mahkota Binokasih dapat menjadi inspirasi bagi para pemimpin, khususnya di Tatar Sunda, agar memiliki karakter yang adil dan bijaksana.
"Seorang pemimpin tidak mungkin memiliki sikap adil dan bijaksana apabila tidak memiliki nilai cinta kasih," tegasnya.
Ia juga menilai kegiatan kirab budaya tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari upaya menjaga identitas dan peradaban budaya Sunda yang diwariskan para leluhur.
"Kegiatan ini bukan hanya seremonial. Ini mengandung nilai peradaban dan identitas diri sebagai orang Sunda yang memiliki budaya adiluhung warisan nenek moyang," terangnya.
"Mudah-mudahan kegiatan ini memberikan spirit baru bagi masyarakat agar lebih memahami pentingnya sejarah dan budaya kearifan lokal bagi bangsa kita. Semoga Mahkota Binokasih Sanghyang Pake yang asli ini membawa keberkahan bagi kita semua," tutupnya.