"Bismillah, Kita lanjutkan pembangunan Jalan Bomang. Ini adalah ide dan gagasan dari pemimpin Bogor yang terdahulu. Tugas kami melanjutkan segala program yang baik bagi masyarakat," terang Rudy Susmanto.

Baca Juga: Bangun ASN Berintegritas hingga Ciptakan Birokrasi Bersih Transparan, Pemkab Bogor Hadirkan "Warung Nasi"

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor, Suryanto Putra, menyampaikan bahwa hingga pertengahan Juli 2025, proses pembebasan lahan masih terus berjalan dan berada pada tahap pemrosesan dokumen pengadaan.

“Pembebasan lahannya ditargetkan selesai tahun ini. Data terakhir menunjukkan sekitar 7.000 meter persegi yang masih dalam proses,” beber Suryanto Putra.

Sedangkan pembangunan fisik jalur lambat menjadi prioritas pengerjaan tahun ini. Jalur tersebut merupakan bagian dari proyek lanjutan yang sempat tertunda tahun sebelumnya.

“Semua jalur lambat ditargetkan selesai tahun ini, di luar pembangunan jembatan,” tuturnya.

Baca Juga: Pemkab Bogor Dukung Pengadilan Agama Cibinong Dekatkan Pelayanan Melalui Inovasi Jemput Asa

Pembangunan jalur lambat pada ruas Jalan Bomang tahun ini mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp33 miliar untuk sepanjang 2,252 kilometer. Tetapi, anggaran tersebut belum termasuk biaya pembebasan lahan yang masih menunggu proses pencairan.