BOGOR, CEKLISSATU.COM– Bukan cuma soal sapi besar, gagah, dan bernilai tinggi. Kontes Sapi Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Seluruh Indonesia (APPSI) di Kabupaten Bogor kini membidik sesuatu yang lebih ekstrem: sapi berbobot 1,5 ton.
Target itu diungkapkan Ketua MPR RI Ahmad Muzani saat menghadiri Kontes Sapi APPSI Piala Presiden di kawasan Pakansari, Kabupaten Bogor.
Muzani menyebut kontes sapi di Bogor menjadi salah satu penyelenggaraan terbesar yang pernah digelar APPSI. Besarnya kegiatan tersebut, kata dia, terlihat dari jumlah peserta hingga penyelenggaraan yang berlangsung meriah dan tertata.
“Kontes sapi di Kabupaten Bogor sekarang ini adalah kontes sapi yang dalam catatan kami terbesar dari seluruh kontes sapi yang sudah pernah dikerjakan,” kata Muzani.
Namun, perhatian Muzani tak berhenti pada ramainya kontes.
Ia justru memasang target yang jauh lebih tinggi, yakni memecahkan bobot sapi terberat yang pernah tercatat dalam kontes sebelumnya.
Muzani menyebut, dalam kontes sapi di Wonosobo, sapi kelas Extreme tercatat memiliki bobot 1.405 kilogram.
Kini, angka tersebut ditantang di Bogor.
“Kita berharap di Bogor ini bisa menembus 1.405 kilogram. Syukur-syukur 1.500 kilogram,” ujarnya.
Jika target tersebut tercapai, sapi seberat 1,5 ton bakal menjadi salah satu pencapaian mencolok dalam ajang kontes sapi yang digelar APPSI.
Dari Persilangan hingga Sapi Jumbo
Muzani melihat fenomena sapi berbobot besar bukan sekadar persoalan kontes. Di baliknya, terdapat kreativitas peternak dalam meningkatkan kualitas dan produktivitas ternak.
Para peternak, kata dia, telah melakukan berbagai persilangan untuk mendapatkan sapi dengan pertumbuhan dan kualitas yang lebih baik.
Salah satunya melalui persilangan sapi Peranakan Ongole (PO) dengan jenis sapi unggul seperti Brahman dan Limousin.
“Para peternak secara suka dan rela melakukan crossing atau persilangan terhadap berbagai jenis sapi unggul,” katanya.
Menurut Muzani, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa dunia peternakan terus bergerak. Peternak tidak hanya memelihara sapi, tetapi juga berupaya menghasilkan bibit dan ternak dengan kualitas yang semakin tinggi.
Kontes sapi yang digelar di sejumlah daerah, mulai dari Bogor, Jember, Wonosobo, Solo hingga Lampung, dinilai menjadi ruang untuk memacu kreativitas tersebut.
“Kontes sapi seperti sekarang ini adalah cara untuk mendorong, menyemangati para petani melakukan persilangan atau kreativitas terhadap model peternakan kita ini,” tutur Muzani.
Setelah Kejar Swasembada Daging, APPSI Bidik Susu
Ambisi APPSI rupanya tidak berhenti pada lahirnya sapi-sapi berbobot jumbo.
Muzani mengungkapkan, APPSI juga akan mengarahkan perhatian pada sektor susu dengan mendorong upaya menuju swasembada susu.
“Setelah ini APPSI akan berkonsentrasi kepada upaya untuk melakukan swasembada susu. Karena ini sangat penting,” kata Muzani.
Menurut dia, peternakan memiliki potensi besar untuk menjadi sumber penghidupan masyarakat sekaligus menggerakkan ekonomi di daerah.
Ia pun berharap semakin banyak peternak yang berani mengembangkan sapi unggulan dan meningkatkan kualitas pengelolaan peternakan.
“Beternak sapi itu menyenangkan, menggembirakan, menguntungkan, dan memberi harapan terhadap masa depan,” ujarnya.