KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU.COM – Bupati Bogor Rudy Susmanto menerapkan kebijakan work from home (WFH) secara terbatas bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor.
Kebijakan ini dikombinasikan dengan gerakan pengurangan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) sebagai upaya efisiensi sekaligus mendorong perubahan budaya kerja dan mobilitas.
Rudy menegaskan, penerapan WFH tidak mengganggu pelayanan publik karena dilakukan secara bergiliran di setiap organisasi perangkat daerah (OPD).
Baca Juga: Bupati Bogor Tegaskan Kebijakan BBM Prabowo Jadi Benteng Stabilitas Harga di Tengah Gejolak Global
“WFH sendiri, bukan berarti kita meliburkan, semua tetap bekerja. WFH pun tidak kita melakukan 100% seluruh SKPD libur, tidak. Pelayanan tetap buka seperti biasa,” kata Rudy Susmanto.
Menurutnya, sejumlah instansi seperti Badan Pendapatan Daerah, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, hingga BPBD dan pemadam kebakaran tetap siaga penuh.
Selain WFH parsial, Pemkab Bogor juga menerapkan imbauan pembatasan penggunaan kendaran berbahan bakar minyak satu hari dalam sepekan.
Baca Juga: Dorong Percepatan Pembangunan di Jabar, Bupati Bogor Rudy Susmanto Perkuat Kolaborasi Antar Pemda
“Dalam 1 minggu, maka 5 hari kerja, 1 hari WFH, 1 hari diwajibkan untuk tidak menggunakan kendaraan berbahan bakar minyak,” kata dia.
“Dan kita mengimbau untuk pakai sepeda, yang kedua menggunakan kendaraan listrik, bisa mobil listrik, bisa motor listrik,” sambungnya.
Rudy mengakui kebijakan tersebut belum tentu dijalankan sepenuhnya, namun diharapkan mampu menekan konsumsi BBM secara bertahap.
Untuk tahap awal, penerapan WFH dilakukan setiap Jumat dan akan dievaluasi secara berkala.
Ia berharap langkah ini dapat menjadi awal perubahan kebiasaan masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari.
“Mudah-mudahan menjadi sebuah budaya baru di masyarakat kita, bahwa kita akan budayakan kembali bersepeda bersama-sama, kalaupun tidak bersepeda jalan kaki bersama-sama,” tutupnya.