KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU.COM – Guna menyambut HUT Ke-80 Kemerdekaan RI, Pemkab Bogor akan melakukan Kirab Bendera Pusaka dari rumah sejarah Desa Malasari Kecamatan Nanggung menuju Pendopo Bupati Bogor, di Cibinong, pada Jumat 9 Agustus 2025.

Kirab bendera pusaka menjadi bagian dari upaya pelestarian nilai-nilai sejarah an perjuangan bangsa, sekaligus memperkuat semangat nasionalisme di masyarakat.

Bendera pusaka yang selama ini disimpan secara khusus di Desa Malasari akan dibawa ke pusat pemerintahan Kabupaten Bogor, menandai momen penting jelang peringatan kemerdekaan.

Camat Nanggung, Ae Saepuloh, mengatakan bahwa pengambilan bendera pusaka akan dilakukan langsung oleh Bupati Bogor, Rudy Susmanto. 

Baca Juga: Rayakan HUT Ke-80 RI, Club Sepeda IDXC IDC3 Indonesia Nggowes dari Tanjung Lesung Ujung Kulon - Banyuwangi

"Bendera pusaka asli akan dibawa ke Pendopo Bupati di Cibinong, sementara versi duplikatnya yang akan dikirab sepanjang jalur menuju kecamatan-kecamatan yang dilintasi," ucap Ae Saepuloh kepada ceklissatu.com, Selasa (05/08/2025).

Setibanya di Kantor Kecamatan Nanggung, bendera pusaka duplikat akan disemayamkan selama 24 jam. 

Selama prosesi itu, masyarakat akan disuguhkan berbagai kegiatan budaya, sosial, dan ekonomi seperti istigasah, Nanggung Go Talen, bazar UMKM, Nanggung Expo, serta layanan sosial berupa pernikahan gratis dan sunatan massal.

"Ini bukan hanya seremoni, tetapi juga momentum untuk menyatukan masyarakat, menumbuhkan rasa bangga dan kepedulian terhadap sejarah daerahnya," tambahnya.

Baca Juga: Rayakan HUT Ke-80 Kemerdekaan di Jungleland Sentul Bogor, Banyak Promo dan Acara Menarik

Bupati Bogor juga dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke wilayah Kecamatan Nanggung dalam rangkaian acara tersebut. 

Ia juga akan secara simbolis menyerahkan bendera pusaka kepada pihak terkait di lokasi transit.

Jalur kirab akan melintasi sejumlah kecamatan, yaitu Nanggung, Leuwisadeng, Leuwiliang, Cibungbulang, dan Dramaga, sebelum mencapai tujuan akhir di Cibinong. 

Kecamatan Ciampea yang semula direncanakan sebagai jalur kirab, untuk tahun ini dikecualikan karena kantor kecamatannya sedang dalam proses pembangunan.

Baca Juga: Jelang HUT RI ke 80, PLN UPT Bogor Sukses Energize Trafo Gi Ubrug, Perkuat Penyaluran Energi Bersih

Ae Saepuloh menekankan bahwa masyarakat tetap diberi kesempatan untuk melihat langsung bendera pusaka sesuai kondisi dan protokol yang berlaku. 

"Bendera pusaka ini adalah warisan bersama seluruh warga Kabupaten Bogor. Sudah semestinya publik dilibatkan dalam perjalanannya," pungkasnya.