BOGOR, CEKLISSATU.COM - Musim kemarau yang diperkuat fenomena El Nino mulai memberikan dampak besar di Kabupaten Bogor.
Di musim kemarau ini juga menyebabkan debit air di Sungai Ciliwung terus menyusut, dan menyebabkan 113 desa di 28 kecamatan di Kabupaten Bogor mulai mengalami kekeringan dan kesulitan mendapatkan air bersih.
Berkurangnya debit Sungai Ciliwung juga mempengaruhi lahan pertanian yang mengandalkan aliran sungai sebagai sumber irigasi.
Kondisi itu memunculkan kekhawatiran akan ancaman gagal panen yang berpotensi mengganggu ketahanan pangan masyarakat.
Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mempercepat penanganan dampak kekeringan dengan menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah terdampak.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan air bersih warga tetap terpenuhi di tengah semakin terbatasnya sumber air.
Baca Juga: Tirta Kahuripan Siap Dukung Pemerintah Kabupaten Bogor Tangani Dampak Kemarau
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bogor, Ade Hasrat, mengatakan status tanggap darurat kekeringan masih diberlakukan.
Menurutnya, musim kemarau yang bertepatan dengan fenomena El Nino telah memicu krisis air bersih di ratusan desa.
"Saat ini Kabupaten Bogor masih dalam status tanggap darurat kekeringan. Fenomena El Nino yang bertepatan dengan musim kemarau menyebabkan kekeringan di 113 desa yang tersebar di 28 kecamatan dan seluruhnya sedang kami tangani," ujar Ade Hasrat, Selasa (4/8/2026).
Baca Juga: Upaya Pemkot Bogor Menghadapi Dampak Kemarau Panjang
Untuk mempercepat penanganan, BPBD Kabupaten Bogor menggandeng Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Perumda Air Minum Tirta Kahuripan dalam mendistribusikan bantuan air bersih kepada warga terdampak.
Hingga awal Agustus 2026, lebih dari 1,2 juta liter air bersih telah disalurkan melalui tujuh titik distribusi yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Bogor.
"BPBD bersama Damkar dan Perumda Air Minum Tirta Kahuripan telah mendistribusikan lebih dari 1,2 juta liter air bersih. Penyaluran dilakukan melalui tujuh titik distribusi sebagai upaya membantu masyarakat yang mengalami kekurangan air akibat kekeringan," ungkapnya.
Baca Juga: BMKG Prediksi Kemarau Panjang, DPRD Jabar Ingatkan Ancaman Kekeringan dan Krisis Air Bersih
Selain memenuhi kebutuhan air bersih, pemerintah daerah juga terus memantau kondisi pertanian yang mulai terdampak akibat menyusutnya debit sungai, termasuk Sungai Ciliwung yang selama ini menjadi salah satu sumber irigasi bagi lahan pertanian di sejumlah kawasan Kabupaten Bogor.
Sementara itu, BMKG memperkirakan fenomena El Nino masih akan berlangsung hingga awal kuartal pertama 2027. Kondisi tersebut membuat potensi kekeringan di Kabupaten Bogor diprediksi masih akan berlanjut dalam beberapa bulan ke depan sehingga masyarakat diminta tetap waspada dan bijak menggunakan air.