BOGOR, CEKLISSATU - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor bergerak cepat menangani dampak kekeringan yang terjadi di wilayah RT 004/RW 007, Kelurahan Kedunghalang, Kecamatan Bogor Utara, Senin (13/7/2026). Kekeringan diduga dipicu cuaca panas yang menyebabkan sumber mata air dan sumur warga mengering.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadi Sasongko, mengatakan laporan mengenai kekeringan diterima dari salah seorang warga melalui media sosial sekitar pukul 09.00 WIB.
"Laporan kami terima pada Senin pagi sekitar pukul 09.00 WIB dari salah satu warga melalui media sosial terkait kondisi sumber mata air dan sumur warga yang mengering akibat cuaca panas," ujar Dimas dalam keterangannya, saat di konformasi.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kota Bogor berangkat menuju lokasi pada pukul 09.10 WIB untuk melakukan asesmen, penanganan, serta berkoordinasi dengan pihak kecamatan, kelurahan, dan pengurus RT/RW setempat.
Baca Juga: Musim Kemarau Belum Capai Puncak, Debit Air Kota Bogor Menyusut, Dedie Rachim Minta Warga Hemat Air
Kekeringan tersebut berdampak pada sekitar 50 kepala keluarga (KK) yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih.
Sebagai langkah tanggap darurat, BPBD Kota Bogor menyalurkan sekitar 4.000 liter air bersih kepada warga terdampak. Proses asesmen dan distribusi bantuan air bersih selesai dilaksanakan sekitar pukul 12.00 WIB.
"Kebutuhan mendesak masyarakat saat ini adalah pasokan air bersih. BPBD telah menyalurkan sekitar 4.000 liter air bersih kepada warga terdampak dan penanganan di lokasi telah selesai dilaksanakan," kata Dimas.
Terkait kelanjutan distribusi air bersih, Dimas memastikan BPBD akan menyesuaikan penyaluran dengan kebutuhan masyarakat di lapangan. Menurutnya, koordinasi lintas instansi terus dilakukan agar pelayanan kepada warga berjalan optimal.