BOGOR, CEKLISSATU – Musim kemarau yang mengakibatkan kekeringan kini mulai berdampak di beberapa wilayah di Kabupaten Bogor, salah satunya di Kecamatan Babakan Madang. Agar warga tetep mendapatkan air bersih pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih kepada ratusan warga yang terdampak tepatnya di Desa Karang Tengah.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Adam Hamdani, mengatakan pendistribusian air bersih dilakukan sebagai respons atas laporan masyarakat terkait menurunnya debit mata air yang menjadi sumber kebutuhan sehari-hari warga.

"Kami langsung melakukan asesmen, berkoordinasi dengan aparat desa, kemudian mendistribusikan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan," ujar Adam Hamdani.

Baca Juga: Antisipasi Kekeringan, Pemkab Bogor Siapkan Normalisasi Irigasi dan Sumber Air Cadangan

Berdasarkan laporan Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Bogor, krisis air bersih mulai terjadi sejak Senin (6/7/2026). Berkurangnya intensitas hujan dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan debit mata air dan sumur warga terus menurun sehingga masyarakat mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih.

Wilayah yang terdampak berada di Kampung Galewer RT 01 dan RT 02 RW 04 serta Kampung Sukamantri RT 03 RW 13, Desa Karang Tengah. Total warga terdampak mencapai 195 kepala keluarga atau sekitar 755 jiwa.

Sebagai langkah penanganan darurat, BPBD Kabupaten Bogor mendistribusikan sebanyak 10.000 liter air bersih menggunakan satu unit mobil tangki dalam dua ritase. Pengiriman air dilakukan pada Selasa (7/7/2026) mulai pukul 11.30 WIB hingga 19.00 WIB.

Selama proses penanganan, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Bogor bersama aparatur Desa Karang Tengah melakukan koordinasi, asesmen lapangan, serta memastikan bantuan air bersih dapat diterima masyarakat yang membutuhkan.

BPBD Kabupaten Bogor menyatakan, untuk sementara kebutuhan air bersih warga telah terpenuhi melalui pendistribusian tersebut. Meski demikian, kondisi kekeringan masih terus dipantau mengingat curah hujan yang belum kembali normal berpotensi menyebabkan krisis air bersih di sejumlah wilayah lainnya.

BPBD juga mengimbau pemerintah desa dan masyarakat untuk segera melaporkan apabila terjadi kekeringan atau kesulitan memperoleh air bersih agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.