BOGOR, CEKLISSATU - Sebagai upaya untuk memberikan keyakinan tentang kesembuhan kepada para penderita penyakit stroke, Kawan Stroke Indonesia (KaSI) bekerjasama dengan Bethsaida Hospital dan juga UPN menggelar pemeriksaan kesehatan dan pengobatan secara gratis kepada penderita stroke di kawasan Taman Yasmin, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Kegiatan tersebut, di sponsori Diapers donasi dari IndoPeduli Adelaide
Dr. Sri Yani, Ftr., M.Si. Dosen dari UPN memberikan materi terapi kepada penderita stroke, bagaimana cara mengobati kaki dan tangan yang lemas. Pesertapun sangat antusias mendapatkan materi tersebut.
"Sebanyak 110 penderita stroke yang terdiri dari wilayah Jakarta dari Depok Tangerang dan juga Bogor mengikuti pengobatan gratis yang dilaksanakan oleh KsSI,"ungkap Maria Sri Rosa Sinta Ketua Kawan Stroke Indoneaia (KaSI), Kamis (26/06/2025).
Baca Juga: Sambut Hari Jadi Bhayangkara ke 79, Polresta Bogor Kota Pengobatan Gratis di Kertamaya
"kita berkunjung ke rekan-rekan kita Sobat Stroke Bogorian (SSB) di Bogor, kita melakukan kegiatan bersama yaitu akupuntur gratis, tensi gratis,"ungkapnya.
Selain itu, kata dia, pihakya juga edukasi secara gratis juga memberikan pemeriksaan darah, periksa gula periksa asam urat secara gratis kepada teman-teman semua yang berkunjung untuk hari ini.

"Teman-teman penderita stroke ini mereka merasa putus asa, merasa tidak diperhatikan keluarga, untuk itu kami datang dengan memberikan hiburan dan memberikan keyakinan bahwa kesembuhan itu ada, agar membuat mereka merasa yakin untuk kembali sembuh dan memiliki rasa ingin kembali untuk mau bersemangat dalam berlatih kembali untuk menuju ke pulihan."ujar dia.
Baca Juga: Hari Bhayangkara Ke-79, Polda Jabar Gelar Pengobatan Gratis di Desa Cikole Kabupaten Bandung Barat
"Hari ini juga kami memberikan tongkat gratis kepada penderita stroke, dan memberi penghargaan kepada Rumah Sakit Bethsaida dan UPN yang telah membantu pasien,"jelasnya.
Selain itu kehadiran KASI, bersama Bethsaida Hospital serta UPN ini juga untuk memberikan solusi bagaimana caranya agar para penderita stroke dapat berlatih dengan baik dan apakah dalam berlatih, selama ini sudah benar atau salah karena pola latihan itu bisa diatur sedemikian rupa.
Ia menegaskan, kegiatan itu telah Ia lakukan selama 3 tahun, ini berawal mula kegiatan ini hanya antara sesama teman, karena suami saya sakit stroke dan kemudian supaya suami saya semangat saya bertemu dengan teman-teman suami saya yang sesama stroke di Rumah Sakit.
"Jadi akhirnya yang berawal dari rumah, kemudian mulai saya berikan metode ini ke tetangga kemudian berkembang dan berkembang akhirnya menjadi sangat luas dan besar sekali hingga ratusan,"paparnya.
Rosa nama panggilannya berharap kegiatannya ini mendapatkan perhatian serta dukungan dari pemerintah.
"Terus terang saya berharap ada peran serta dari pemerintah, karena ini kalau saya sendiri rasanya sangat sulit apalagi kita merasa keberatan dengan fasilitas BPJS yang minim." harapnya.