3. Ngayaran: Dalam prosesi ini, padi hasil panen ditumbuk menggunakan dulang, lalu dimasak dan disantap bersama. Proses ini dinamakan pare anyar (padi baru), simbol bahwa hasil panen dinikmati dengan penuh syukur dan kebersamaan.
Baca Juga: OPS Sipeureup Kecamatan Nanggung Santuni Anak Yatim dan Lansia, Tebar Kepedulian di Awal Muharram
4. Papasrahan/Ngajiwa: Papasrahan adalah penyerahan simbolis hasil panen kepada leluhur dan sang pencipta. Ngajiwa sendiri bermakna penyucian diri, sebagai bentuk persiapan spiritual memasuki tahun yang baru.
5. Ngariung Nadar: Pada tahap ini, masyarakat berkumpul bersama untuk melakukan nadar (nazaran), yaitu janji atau harapan yang ingin dicapai setelah panen. Acara ini juga menjadi momentum mempererat tali persaudaraan dan gotong royong.
Tradisi Seren Taun di Kasepuhan Jatake Nutug menjadi bukti nyata bagaimana adat istiadat dapat menjadi sarana pendidikan karakter, spiritualitas, dan pelestarian alam.
Dalam konteks kekinian, ini menjadi pengingat pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia dan alam, serta pentingnya rasa syukur dalam kehidupan.
Pemerintah daerah dan masyarakat luas diharapkan turut mendukung pelestarian budaya ini sebagai bagian dari identitas kultural Kabupaten Bogor yang kaya akan nilai-nilai luhur.