BOGOR, CEKLISSATU.COM - Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta pihak terkait meninjau jalur alternatif di wilayah Kelurahan Lawang Gintung dan Kelurahan Ranggamekar, Kecamatan Bogor Selatan, Senin (18/5/2026).
Peninjauan dilakukan sebagai respons atas laporan masyarakat dan pihak kecamatan terkait kondisi jalan alternatif yang dinilai membutuhkan perbaikan segera.
Jenal mengatakan, jalur alternatif sangat dibutuhkan masyarakat, terutama setelah terjadinya bencana yang mengganggu akses utama.
Baca Juga: Lawang Gintung Masuk Tiga Besar Evaluasi Kinerja Kelurahan Tingkat Kota Bogor 2025
Ia menginstruksikan camat dan lurah agar aktif menerima laporan warga terkait kondisi infrastruktur di wilayah masing-masing.
“Ketika ada jalan yang berlubang atau dirasa perlu diperbaiki, segera laporkan ke pimpinan atau dinas teknis. Semua sudah kami rekam dan hari ini langsung kami respons,” ujar Jenal.
Jenal menjelaskan, salah satu titik yang ditinjau berada di jalur alternatif babakan undak Lawang Gintung.
Baca Juga: Tinjau Langsung Rumah Ambruk di Nanggung, Anggota DPRD Bogor Janji Kawal Bantuan untuk Warga
Menurutnya, jalur tersebut cukup strategis meski memiliki kondisi jalan sempit dan kontur yang curam.
“Minimal sementara sampai jalur trase baru selesai, jalan ini bisa dimanfaatkan masyarakat. Insyaallah besok mulai diaspal oleh Dinas PUPR menggunakan anggaran pemeliharaan,” ungkapnya.
Jenal mengakui, kondisi jalan alternatif babakan undak memiliki tingkat kemiringan yang cukup ekstrem sehingga pengguna jalan diminta berhati-hati.
“Kontur jalannya memang sangat curam dan licin. Kami mengapresiasi warga dan petugas lapangan yang membantu mengatur lalu lintas secara bergantian menggunakan HT,” ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat agar melintasi jalur tersebut dengan kecepatan rendah demi menghindari kecelakaan, terlebih masih terdapat sisa tambalan aspal dan permukaan jalan yang belum rata.
“Setelah diaspal nanti mudah-mudahan lebih nyaman dan lebih aman untuk dilalui,” katanya.
Baca Juga: Trase Baru Jalan Batutulis Dibangun, Kawasan Heritage Bogor Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Baru
Terkait kemungkinan penutupan jalur karena dinilai membahayakan, Jenal menyebut hingga saat ini jalur tersebut masih dibutuhkan masyarakat dan tetap digunakan sebagai akses alternatif.
“Ini permintaan masyarakat juga. Jalannya sempat ditutup warga dan mereka meminta agar diaspal dulu. Ya sudah, kita aspal menggunakan anggaran pemeliharaan yang ada,” tuturnya.
Selain jalur alternatif di wilayah Lawang Gintung, Jenal juga meninjau kondisi jalan di Ranggamekar yang kerap tergenang air di duga tidak ada atau kurang berfungsi dengan baik sistem drainase di lokasi tersebut.
“Kasusnya mirip seperti Jalan Agus Taylor yang dulu sempat saya aspal. Karena tidak ada drainase, jalan terus tergenang air,” ucapnya.
Sebagai solusi sementara, Pemerintah Kota Bogor akan melakukan tambal sulam pada jalan yang rusak agar tetap dapat digunakan warga.
Sementara itu, perbaikan permanen akan direncanakan melalui peninggian elevasi jalan dan pembenahan drainase.
Jenal juga menyoroti adanya bangunan kontrakan yang diduga menyebabkan saluran drainase tidak berfungsi optimal.
Pemerintah Kota Bogor berencana memanggil pemilik bangunan untuk memeriksa proses perizinan dan kondisi drainase di lokasi tersebut.
“Kami akan cek proses perizinannya, termasuk drainase yang dibangun terlalu tinggi sehingga air tidak masuk ke saluran,” tutupnya.