Iduladha mengajarkan bahwa berkurban bukan hanya menyembelih hewan kurban, tetapi juga menyembelih ego, kesombongan, ketidakpedulian, dan kepentingan sempit. Berkurban berarti rela memberikan tenaga, pikiran, waktu, dan kemampuan terbaik untuk menghadirkan manfaat bagi sesama. Dalam konteks pembangunan daerah, kurban sosial itu dapat diwujudkan melalui pelayanan publik yang lebih tulus, kerja birokrasi yang lebih responsif, kepedulian terhadap warga yang membutuhkan, serta komitmen bersama menjaga lingkungan, ketertiban, dan persatuan.

Momentum Iduladha tahun ini juga berdekatan dengan Hari Jadi Bogor ke-544. Dua momentum ini patut dibaca sebagai satu pesan yang saling menguatkan. Iduladha mengajarkan keikhlasan dan pengorbanan, sedangkan Hari Jadi Bogor mengingatkan tentang akar sejarah, jati diri, dan tanggung jawab bersama untuk merawat warisan daerah.

Hari Jadi Bogor ke-544 bukan hanya peringatan usia. Ia adalah cermin untuk melihat sejauh mana kecintaan terhadap Bogor telah diwujudkan dalam tindakan nyata. Cinta kepada Kabupaten Bogor tidak cukup diucapkan dalam slogan. Cinta harus hadir dalam kerja, pelayanan, kepedulian, dan kesediaan menjaga daerah ini agar semakin baik dari waktu ke waktu.

Baca Juga: Pedagan Akui Penjualan Hewan Kurban di Bogor Menurun, Tapi Sapi Bali Tetap Jadi Buruan Jelang Iduladha

Kabupaten Bogor memiliki potensi besar. Wilayahnya luas, masyarakatnya beragam, sumber dayanya melimpah, dan sejarahnya kuat. Namun potensi besar juga selalu datang bersama tantangan besar. Karena itu, pembangunan Kabupaten Bogor yang Istimewa harus dijalankan dengan semangat kolaborasi, kejujuran, keberpihakan kepada rakyat, dan keberanian memperbaiki hal-hal yang belum ideal.

Ke depan, pembangunan Kabupaten Bogor harus semakin berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Infrastruktur harus semakin merata. Pelayanan publik harus semakin mudah dan cepat. Pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan, ketahanan pangan, lingkungan hidup, dan tata kelola pemerintahan harus terus diperkuat. Semua itu membutuhkan kerja keras, tetapi kerja keras tersebut akan menjadi ringan apabila dilakukan bersama dengan hati yang ikhlas dan rasa memiliki terhadap daerah.

Saya mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Bogor untuk menjadikan Iduladha dan Hari Jadi Bogor ke-544 sebagai momentum refleksi bersama. Mari bertanya kepada diri masing-masing,