Karena itu, salat istisqa dilakukan sebagai bentuk ikhtiar spiritual masyarakat di tengah kondisi kemarau yang belum berakhir.
“Ini cara terakhir manusia setelah kita berdoa memohon kepada Allah. Mudah-mudahan diberikan hujan yang tentunya hujan tersebut hujan yang memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Kabupaten Bogor,” ujar Rudy.
Rudy menuturkan, kebutuhan terhadap hujan semakin mendesak bagi masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari sektor pertanian.
Salah satunya berada di wilayah Bogor Timur. Para petani membutuhkan pasokan air agar lahan kembali bisa ditanami dan aktivitas pertanian dapat berjalan normal.
“Semoga petani kita bisa menanam lagi, agar masyarakat kita air-air di rumahnya dapat terisi kembali, dan tentunya kebermanfaatannya untuk seluruh masyarakat Kabupaten Bogor,” katanya.
Salat istisqa tersebut menjadi simbol harapan warga di tengah kemarau yang berkepanjangan. Bukan sekadar menunggu hujan turun, masyarakat berharap air kembali mengalir ke sumur, irigasi kembali terisi, dan lahan-lahan pertanian bisa kembali ditanami.