KOTA BOGOR, CEKLISSATU – Peringatan Hari AIDS Sedunia (HAS) 2025 di Kota Bogor berlangsung meriah sekaligus menjadi momentum penting untuk menggaungkan kewaspadaan baru terhadap peningkatan kasus HIV di kalangan remaja. Bertempat di Taman Ekspresi Sempur, ratusan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan memadati area acara yang digelar Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bogor dengan semangat edukasi dan kreativitas.

Mengusung tema nasional “Bersama Hadapi Perubahan: Jaga Keberlanjutan Layanan HIV”, kegiatan ini menyajikan rangkaian edutainment interaktif yang dirancang khusus agar pesan kesehatan lebih mudah diterima oleh generasi muda. Sebanyak 300 siswa dari SMP, SMA, MTs hingga MA se-Kota Bogor terlibat aktif dalam berbagai sesi yang memadukan permainan, seni, dan edukasi berbasis pengalaman.

Kasus Remaja Meningkat Signifikan, KPA Bogor Keluarkan Peringatan Serius

Baca Juga: Kasus HIV AIDS di Jabar Meningkat 100 Persen dalam Lima Tahun Terakhir

Di tengah kemeriahan acara, KPA Kota Bogor menyampaikan data yang memantik perhatian: tren peningkatan kasus HIV pada remaja usia 15–19 tahun terus naik dari tahun ke tahun. Tahun 2023 tercatat 11 kasus, menjadi 26 kasus pada 2024, dan periode Januari–Oktober 2025 sudah mencapai 20 kasus.

Tak hanya itu, total kasus HIV baru pada 2024 mencapai 411 kasus dengan 151 kasus AIDS. Sepanjang Januari–Oktober 2025, Kota Bogor kembali mencatat 349 kasus HIV baru dan 125 kasus AIDS. KPA menegaskan bahwa kondisi ini harus menjadi alarm bersama untuk memperkuat edukasi, pendampingan, dan ruang dialog yang aman bagi remaja.

Aksi Kolektif dan Suara Inspiratif untuk Remaja

Peringatan HAS 2025 dibuka oleh Asisten Administrasi Umum Setda Kota Bogor yang hadir mewakili Wali Kota. Suasana makin hidup dengan penampilan teatrikal komunitas peduli HIV serta peluncuran jingle “STOP HIV: Suluh, Temukan, Obati, Pertahankan” ciptaan Duta Muda Sehat Kota Bogor.

Sejumlah narasumber inspiratif juga hadir menyampaikan pesan-pesan penting yang relevan dengan dunia remaja:

Baca Juga: Cegah Penyebaran di Kalangan Remaja, LEKAS Bentuk Kelompok Remaja Peduli HIV/AIDS

dr. Raymond memaparkan cara penularan, pencegahan, hingga efektivitas pengobatan HIV.

Claudio Marcello, Brand Ambassador L-Men, mengajak remaja membangun gaya hidup sehat dan menjauhi perilaku berisiko.

Arindina Aulia, Runner Up Miss Indonesia 2024, menekankan pentingnya pemberdayaan remaja agar mampu mengambil keputusan sehat dan bertanggung jawab.

Alfath Alima Hakim, Mojang Pinilih Jabar 2024 dan Wajah Femina, menyoroti pentingnya menghancurkan stigma yang kerap menghambat remaja untuk memeriksakan diri. “Stigma adalah tembok terbesar. Jika kita merobohkannya, lebih banyak orang akan berani mencari bantuan dan menjalani pengobatan,” ujarnya.


Layanan HIV di Bogor Semakin Luas dan Mudah Diakses

KPA Kota Bogor memastikan bahwa perluasan akses layanan kesehatan terus diperkuat. Saat ini:

25 puskesmas dan 22 rumah sakit menyediakan layanan konseling serta tes HIV.

Seluruh puskesmas dan 8 rumah sakit telah membuka layanan PDP (Perawatan, Dukungan, Pengobatan).

11 klinik swasta bekerja sama menyediakan layanan tes HIV, dan tiga di antaranya juga menyediakan layanan pengobatan.


Pemerintah berharap akses yang lebih luas ini mendorong masyarakat, terutama remaja, untuk memeriksakan diri secara dini dan rutin.

Baca Juga: HIV/AIDS di Jabar Tinggi, KPA-nya Malah Dibekukan

Bogor Mantapkan Komitmen Menuju Target Global Three Zero

Melalui sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Umum, Wali Kota Bogor menegaskan bahwa HIV bukan hanya isu kesehatan, tetapi juga persoalan sosial, ekonomi, dan kemanusiaan. Pemerintah Kota Bogor memperkuat komitmennya terhadap target Three Zero:
Zero infeksi baru, zero kematian terkait AIDS, dan zero stigma serta diskriminasi.

“Tidak boleh ada lagi rasa takut untuk berobat. Dengan ARV, orang dengan HIV dapat hidup sehat dan produktif seperti masyarakat lainnya,” tegasnya.

Pesan Kuat untuk Generasi Muda

Acara ditutup dengan pesan yang menggema kuat: remaja harus menjadi generasi yang sadar, berani, dan peduli pada kesehatan diri. Edukasi, keberanian untuk memeriksakan diri, dan dukungan komunitas menjadi kunci menekan laju kasus HIV.

STOP HIV! Suluh, Temukan, Obati, Pertahankan.