BOGOR, CEKLISSATU.COM - Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, secara resmi membuka Pameran Warisan Adiluhung Kujang dan Keris Pasundan dari Masa ke Masa sekaligus melaksanakan soft launching Museum Pajajaran bertema Riksa Wisesa.
Kegiatan tersebut berlangsung di Museum Pajajaran, Jalan Batutulis, Kelurahan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Kamis (5/2/2026).
“Alhamdulillah kita bisa membuka pameran di Museum Pajajaran ini, yaitu Pameran Riksa Wisesa. Pameran ini terkait dengan pusaka, kujang, dan juga keris yang ada di Tanah Sunda,” ujar Fadli Zon kepada wartawan di lokasi kegiatan.
Baca Juga: Menapak Rel, Menyusuri Ingatan: Walking Tour Jalur Kereta Api Warisan Dunia Sawahlunto
Menurutnya, kegiatan ini menjadi langkah awal aktivasi Museum Pajajaran agar dapat berfungsi sebagai pusat budaya dan pusat informasi, khususnya bagi generasi muda.
“Saya kira ini adalah satu langkah awal untuk aktivasi Museum Pajajaran, supaya ke depan bisa kita jadikan sebagai pusat budaya dan pusat informasi kegiatan, terutama bagi generasi muda untuk mengenal sejarah budaya serta peradaban Sunda yang sangat kaya,” jelasnya.
Pada pameran perdana tersebut ditampilkan puluhan jenis benda pusaka, yang tersebar di dua ruang pamer awal Museum Pajajaran.
“Ada sekitar enam puluhan keris dan kujang. Ini baru dua ruangan, nanti ruangan lainnya akan diisi wayang golek. Bogor ini sebenarnya luar biasa, terutama wayang golek, gamelan Jawa Barat, dan gamelan Sunda yang bisa kita pamerkan di sini,” katanya.
Fadli Zon juga menyebut Bogor memiliki sejarah panjang sebagai daerah pengrajin wayang golek dan gong.
“Wayang golek itu salah satu pusat pembuatannya ada di Bogor. Maestro-maestronya, seperti almarhum Pak Ahim dan Pak Makmur, adalah pembuat wayang-wayang hebat puluhan tahun lalu. Kemudian ada juga pengrajin gong, angklung, selain di Bandung juga ada di Rumpin. Sebenarnya banyak yang bisa kita pamerkan di sini, pelan-pelan akan kita datangkan,” ungkapnya.
Baca Juga: Museum Pajajaran Jadi Titik Awal Edukasi Sejarah Peradaban Kota Bogor
Ia menambahkan, pameran ini tidak hanya menampilkan benda pusaka, tetapi juga mengandung nilai ekonomi budaya melalui bursa koleksi bagi para penggemar dan kolektor.
“Sekarang dimulai dengan kujang dan keris, dan juga ada bursa. Jadi ada ekonomi budayanya. Bagi mereka yang tertarik mengoleksi, disediakan tempat agar para kolektor bisa memiliki koleksi di sini,” ujarnya.
Ke depan, Fadli Zon berharap Museum Pajajaran dapat terus dikembangkan dengan berbagai ekspresi budaya lainnya.
“Ke depan, kita bisa mengembangkan dengan ekspresi budaya lain seperti wayang. Di Tanah Sunda ini ada angklung dan banyak warisan budaya tak benda lainnya, termasuk yang sudah diakui UNESCO,” terangnya.
Dengan pengembangan tersebut, Museum Pajajaran diharapkan memiliki ruang pamer yang lebih utuh dan representatif.
“Dengan demikian, kita nanti akan mempunyai satu ruang pamer yang utuh. Ini sekarang baru awal, tahap pertama yang menjadi bagian dari etalase kujang dan keris Pasundan,” paparnya.
Pameran ini menampilkan berbagai koleksi benda pusaka yang berasal dari komunitas budaya, pegiat seni, hingga koleksi pribadi Fadli Zon.
“Di sini ditampilkan koleksi dari berbagai komunitas, termasuk yang dipinjam dari Sumedang Larang, ada juga koleksi saya, serta koleksi para pegiat budaya di Bogor. Ke depan akan kita perkaya lagi dengan koleksi lainnya,” bebernya.
Baca Juga: Federasi Internasional Cabor Dukung Indonesia Jadi Tuan Rumah Ajang Olahraga Dunia
Ia berharap benda-benda pusaka tersebut nantinya dapat menjadi koleksi permanen Museum Pajajaran.
“Mudah-mudahan ke depan bisa menjadi koleksi permanen. Insyaallah akan kita jadikan, tentu dengan proses kurasi lebih lanjut. Di sini ada balai pusaka dan nanti akan ada bagian-bagian lainnya,” tutup Fadli Zon.