Dengan latar belakang sebagai pegiat komunitas sekaligus komunikator yang andal, Kang Iwan Setiawan, menjadi jembatan antara ide dan aksi, antara desa dan dunia luar.

Baca Juga: Desa Tegalwangi Jasinga Bogor Pertahankan Tradisi Leluhur, Lestarikan Padi Lokal hingga Leuit

“Kami ingin dunia tahu bahwa Parungsapi bukan hanya nama kampung. Ini adalah tempat di mana mimpi-mimpi tumbuh dari tanah, air, dan bambu,” tutur Kang Iwan dengan penuh keyakinan.

Bambu yang dulunya dianggap sepele, kini menjadi bahan utama untuk membangun gazebo, saung peristirahatan, kerajinan, dan bahkan panggung pertunjukan seni tradisional.

"Setiap ruas bambu diikat bukan hanya dengan tali, tetapi dengan gotong royong dan cinta pada desa." kata Iwan.

Walau infrastruktur masih terbatas, semangat pemuda terasa melimpah. Perlahan, hasil kerja keras mulai terlihat memperkuat akar budaya mereka.

IMG_20250705_161019.webp
BANGUN DESA WISATA: Di tengah minimnya akses dan fasilitas, para pemuda ini justru menyalakan obor harapan dengan memanfaatkan kekayaan alam sekitar, terutama bambu, sebagai fondasi membangun Desa Wisata di kampung mereka, yakni Parungsapi. FOTO: DIDIN KHAERUDIN/CEKLISSATU.COM

Baca Juga: Replika Pendopo Kawedanaan Jasinga Dibangun Tanpa APBD, Hidupkan Kembali Semangat dan Identitas Budaya Sunda

“Kita tidak sedang membangun tempat wisata biasa. Kita sedang menanam kebanggaan,” ucap Kang Iwan, sambil menunjukkan denah lokasi desa wisata yang kini terus berkembang.