BOGOR, CEKLISSATU.COM– Aksi kejar-kejaran mewarnai lalu lintas di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor pada Senin siang (7/9/2026). Aksi yang sempat viral tersebut diketahui merupakan sebuah Daihatsu Gran Max pikap yang diduga melaju meninggalkan lokasi setelah terlibat serempetan dengan pengendara lain hingga akhirnya dikejar warga dan pengendara sepeda motor. Kendaraan tersebut kemudian berhasil diamankan polisi di sekitar Sentul International Convention Center (SICC), Babakan Madang.
Kanit Ares Rahman mengatakan, peristiwa tersebut bermula saat Daihatsu Gran Max bergerak dari arah lampu merah simpang Perusahaan Daerah S
Air Minum (PDAM) menuju Cibinong City Mall (CCM).
Saat melakukan pengaturan lalu lintas sore, petugas Satuan Lalu Lintas Polres Bogor melihat kendaraan pikap tersebut tengah dikejar sejumlah warga dan pengendara sepeda motor.
"Petugas melihat ada kendaraan pikap tersebut yang sedang dikejar-kejar oleh warga atau pengendara sepeda motor lainnya, sehingga memicu perhatian petugas dan berupaya untuk diberhentikan," kata Ares pada awak media, Senin (7/9/2026).
Petugas kemudian melakukan pengejaran. Setibanya di lampu merah Sentul, Gran Max tersebut sempat berbenturan dengan sepeda motor Yamaha NMAX yang dikendarai MF.
Meski demikian, kendaraan pikap itu tetap melanjutkan perjalanan. Polisi menyebut laju kendaraan tersebut bahkan sempat hampir membahayakan petugas maupun pengguna jalan lainnya.
Pengejaran akhirnya berakhir di sekitar SICC, Babakan Madang. Pengemudi Gran Max berinisial YD, sekitar 36 tahun, berhasil diamankan bersama seorang penumpang yang diduga merupakan kenek.
Ares menjelaskan, berdasarkan informasi awal, sebelum dikejar warga, Gran Max tersebut diduga terlibat serempetan dengan pengendara lain.
Namun, pengemudi disebut tidak berhenti sehingga memicu pengendara lain mengejar kendaraan tersebut.
"Diduga sebelumnya ada kejadian serempetan dengan pengendara lain, namun yang bersangkutan tidak berhenti, sehingga dikejar oleh pengendara yang lain yang mungkin melihat kejadian tersebut dan geram," ujarnya.
Menurut Ares, keterangan sementara dari pengemudi menyebut dirinya tetap melaju karena panik dan takut setelah dikejar warga.
Akibat kejadian di lampu merah Sentul, satu pengendara Yamaha NMAX berinisial MF mengalami luka ringan. Korban telah diperbolehkan pulang.
Sementara itu, YD bersama penumpangnya masih diamankan untuk menjalani pemeriksaan. Polisi menegaskan YD belum berstatus tersangka karena prosesnya masih dalam tahap penyelidikan kecelakaan lalu lintas.
Polisi juga menemukan sejumlah drum di dalam kendaraan Gran Max tersebut. Namun, terkait isi drum, polisi masih melakukan penyelidikan.
"Untuk isinya masih dalam lidik," kata Ares.
Penumpang yang turut diamankan juga akan dimintai keterangan sebagai saksi untuk membantu polisi mengungkap kronologi kejadian secara utuh.
Situasi sempat memanas setelah sejumlah pengendara dan warga melakukan pengrusakan terhadap kendaraan Gran Max. Polisi bersama masyarakat kemudian mengamankan pengemudi agar aksi tersebut tidak berkembang menjadi persekusi.
Ares mengimbau masyarakat tidak mengambil tindakan sendiri ketika melihat kecelakaan atau kejadian lalu lintas yang memicu emosi.
"Kami menghimbau kepada warga agar jangan pernah melakukan persekusi apabila ada hal-hal yang menonjol. Bantu kami petugas untuk mengamankan saja," katanya.
Menurut dia, masyarakat sebaiknya tidak terpancing emosi dan menyerahkan proses penanganan kepada kepolisian agar penyelidikan dapat berjalan dengan baik.
"Jangan terpancing oleh emosi karena itu nanti akan mengaburkan daripada proses penyelidikan dan penyidikan pihak kepolisian," ujarnya.