“Dikarenakan dua unit masih tidak cukup dan sumber air cukup jauh, petugas langsung berkoordinasi untuk meminta bantuan unit tambahan dari sektor terdekat agar proses pemadaman lebih cepat dan api tidak meluas ke bagian lainnya,” jelas Yudi.
Dalam kejadian tersebut, lima mobil dilaporkan mengalami kerusakan hingga sekitar 95 persen. Sementara dua kendaraan lainnya mengalami kerusakan sekitar 50 persen.
“Selain kendaraan, ruang produksi juga mengalami kerusakan hingga sekitar 95 persen. Api turut membakar gudang penyimpanan barang jadi,” ungkapnya.
Untuk menjinakkan api, Damkar Kabupaten Bogor mengerahkan bantuan dari sejumlah sektor, yakni Cileungsi, Gunung Putri, Cariu, Citeureup, serta Mako Cibinong.
Sedikitnya delapan unit kendaraan pemadam dan kendaraan pendukung dikerahkan ke lokasi untuk mempercepat proses penanganan dan mencegah api meluas ke area lainnya.
Tak hanya petugas Damkar, proses penanganan juga melibatkan Polsek Cileungsi, Satpol PP Kecamatan Cileungsi, Babinsa Desa Gandoang, relawan kebakaran, petugas ambulans, TKSK Kecamatan Cileungsi, ketua RT/RW, Linmas, hingga masyarakat sekitar.
Setelah berjibaku selama kurang lebih dua jam, petugas akhirnya berhasil memadamkan api. Proses penanganan di lokasi dinyatakan selesai sekitar pukul 16.30 WIB.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut.
Berdasarkan kronologi sementara, kebakaran terjadi saat berlangsung pekerjaan pemasangan instalasi proteksi kebakaran dengan metode pengelasan pada pipa instalasi.
Percikan api dari proses pengelasan diduga mengenai styrofoam yang berada di sekitar lokasi. Material tersebut kemudian terbakar dan membuat api dengan cepat membesar.
Warga yang berada di sekitar lokasi, termasuk warga yang rumahnya berada di depan pabrik, segera melaporkan kejadian tersebut kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bogor.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam pendalaman. Dugaan sementara mengarah pada percikan api dari aktivitas pengelasan yang menyambar material styrofoam.
Sementara itu, nilai kerugian materi akibat kebakaran hebat tersebut belum dirinci dalam laporan resmi Damkar Kabupaten Bogor.