BOGOR, CEKLISSATU.COM – Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, mendorong para semifinalis Mojang Jajaka Kota Bogor 2025 untuk tidak hanya tampil sebagai duta budaya, tetapi juga menjadi motor solusi bagi masyarakat.
Dedie Rachim menekankan pentingnya peran generasi muda sebagai aktor perubahan yang aktif, kritis, dan mampu menjadi key opinion leader di tengah berbagai isu lokal maupun global.
"Bukan sekadar dilibatkan dalam isu-isu, tapi mereka harus mampu memahami dan memberikan informasi yang benar, serta ikut terlibat secara aktif," ujar Dedie Rachim saat talkshow karantina Mojang Jajaka, di Pasar Gembrong Sukasari, Minggu (21/9/2025).
Ia mengingatkan bahwa sikap pasif dalam menghadapi berbagai persoalan bisa berakibat pada terbentuknya opini yang tidak sesuai dengan harapan generasi muda sendiri.
"Begitu orang punya pendapat begini, mereka tidak bereaksi, tidak memberikan pendapat. Akibatnya apa? Opininya bisa saja berubah dan tidak sesuai dengan harapan mereka," tegasnya.
Dedie Rachim pun mengajak para semifinalis Mojang Jajaka untuk memiliki sikap dan pemahaman yang jelas agar mampu menjadi key opinion leader di tengah masyarakat.
Baca Juga: Wali Kota Bogor Dedie Rachim Sebut Prestasi KORMI Cerminan Cinta Warga terhadap Olahraga
"Sebagai key opinion leader, mereka harus punya standing, harus punya sikap dan pemahaman, sehingga mereka bisa menentukan posisi mereka, mereka berdiri di mana, dan itu penting," terangnya.
Lebih lanjut, Dedie menjelaskan bahwa dengan memahami posisi dan peran masing-masing, generasi muda akan lebih mudah untuk ikut serta dalam menciptakan solusi nyata bagi masyarakat.
"Karena dengan mereka tahu posisi mereka di mana, maka pemikiran dan perhatian mereka akan bisa mendekatkan pada solusi yang diinginkan masyarakat," tutupnya.