BOGOR, CEKLISSATU.COM – Kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi terkait penutupan sejumlah tambang di wilayah Kabupaten Bogor seperti di Cigudeg, Parungpanjang, dan Rumpin, mulai berdampak pada proses pembangunan infrastruktur.
Salah satu proyek yang terkena imbas penutupan tambang di Kabupaten Bogor adalah pembangunan Jalan Bojonggede - Kemang (Bomang) yang kini tersendat akibat minimnya pasokan bahan baku material.
Acep Wawan, Project Manager PT Tri Manunggal Karya selaku kontraktor pelaksana proyek Jalan Bomang, mengungkapkan bahwa sejak diberlakukannya penutupan tambang di Kabupaten Bogor, pihaknya mengalani kesulitan untuk memperoleh material pembangunan.
Baca Juga: Wabup Bogor Instruksikan Camat dan Kades di Tiga Wilayah Catat Dampak Penutupan Tambang
“Dengan keputusan Bapak Gubernur itu semua bahan materialnya itu kan ada penutupan, sehingga kami terjadi kesulitan bahan baku, dan dampaknya terhadap pelaksanaan kami juga progres agak tersendat,” kata dia, Kamis (30/10/25).
Menurutnya, hingga saat ini pihak kontraktor belum mendapat kejelasan sampai kapan penutupan tambang di wilayah sekitar akan berlangsung.
“Kami sendiri belum dapat ada keputusan seperti apa dan sampai kapan ya penutupan kuari-kuari yang ada di Bogor sekitarnya itu,” ucapnya.
Baca Juga: Lanjutkan Pembangunan Jalan Bomang, Pemkab Bogor Alokasikan Rp33 Miliar, Target Tuntas Tahun Ini
Acep menambahkan, kondisi tersebut membuat pihaknya terpaksa mencari alternatif bahan bangunan dari pabrikan beton, meski hal itu tidak sepenuhnya menutupi kebutuhan material proyek.
“Hanya yang sekarang kami rasakan itu sangat kesulitan sekali untuk mendapatkan terutama beton ya. Jadi terutama kita menggunakan pabrikan beton sekarang,” jelasnya.