​
"Alhamdulillah, pengaspalan di RW 10 sudah terlaksana saat masa puasa kemarin. Untuk bantuan sosial juga berjalan lancar," tuturnya.
​
​Lurah Ade Suryana melihat adanya peluang besar pada lahan-lahan tidak produktif di bantaran Sungai Cipakancilan. 

Ia berencana mendorong setiap RW untuk mengoptimalkan lahan tersebut menjadi area perikanan, peternakan, atau pertanian (KWT), dengan catatan mendapatkan izin dari pihak Sumber Daya Air (SDA).
​
Namun, ia tidak menampik adanya tantangan besar terkait bencana alam. Ade mencatat adanya kejadian tanah longsor di area dekat Hotel Bahagia serta pohon tumbang. 

Baca Juga: Dedie Rachim Tegas Larang PKL Kembali ke Jalan Pedati, Kawasan Surya Kencana Bogor Kini Lebih Bersih

Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya telah membentuk Kelurahan Tangguh Bencana (Katana) Ciwaringin.
​
"Terkait pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di sungai, kendalanya adalah kewenangan yang berada di provinsi atau BBWS Ciliwung Cisadane. Kami terus berkoordinasi karena banyak bangunan warga yang berada di bantaran sungai yang tidak sesuai peruntukan," jelasnya.

Lurah Ade menyampaikan bahwa pihaknya telah mendata sekitar 94 lapak PKL di sepanjang Jalan MA.Salmun hingga Jalan Merdeka.
​
Ia menjelaskan bahwa pihak kelurahan telah melayangkan surat imbauan kepada para pedagang yang berjualan tidak pada tempatnya. Langkah ini diambil untuk memastikan keteraturan jalan dan estetika wilayah tanpa mematikan ekonomi warga.