"Jadi jangan menjadi penonton. Sehingga sebagai key opinion leader pemuda harus memiliki sikap dan pemahaman yang menyeluruh," terang Dedie Rachim.
"Itu penting, karena ketika mereka tahu mereka berdiri di mana, maka pemikiran, gagasan, perhatian akan mencoba mendekatkan kepada solusi yang diinginkan oleh masyarakat," ujarnya.
Baca Juga: Wali Kota Bogor Sebut Pelebaran Jalan Segera Dilakukan, Manfaatkan Lahan di Sekitar Pasar Jambu Dua
Senada, Ketua Panitia Moka 2025, Maryam Auliyah Sadikin menyebutkan, kegiatan ini merupakan hari ke-2 setelah sebelumnya para peserta mengikuti kegiatan day 1 yang berisi materi, interview, dan sebagainya.
"Untuk rangkaiannya sudah berjalan sejak 6 September. Hari ini adalah city tour ke spot- spot di Kota Bogor untuk memperkenalkan ke generasi muda apa yang ada di Bogor dan seperti apa perencanaan kota," ujarnya.