KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU.COM -- Bupati Bogor, Rudy Susmanto mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah terkait untuk bersama-sama menjaga dan merawat hulu Sungai Ciliwung.
Rudy Susmanto menilai, keberadaan hulu Ciliwung memiliki peran vital bagi banyak wilayah, sehingga tanggung jawab menjaganya tidak bisa dibebankan hanya kepada satu daerah.
Ajakan tersebut disampaikan Rudy Susmanto saat memimpin kegiatan penanaman pohon di kawasan hulu Sungai Ciliwung, Cisarua, Kabupaten Bogor.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program penanaman pohon serentak dan pembangunan hutan kota di 40 kecamatan se-Kabupaten Bogor.
“Hulu Sungai Ciliwung ini milik kita semua. Memang berada di Kabupaten Bogor, tetapi yang harus merawat dan memeliharanya adalah seluruh masyarakat yang cinta alam, cinta lingkungan, dan cinta air. Ini kita jaga bersama-sama,” tegas Rudy Susmanto.
Rudy Susmanto menyebutkan, Sungai Ciliwung mengalir dari kawasan Puncak di Kabupaten Bogor dan melintasi sejumlah wilayah lain hingga ke Bekasi dan DKI Jakarta.
Baca Juga: Pasca Pergeseran Tanah di Sukamakmur Bogor, Rudy Susmanto: Kita Bekukan Izin Untuk Tanah Kavling
Maka itu, kondisi hulu sungai sangat menentukan keberlangsungan sumber air, fungsi resapan, serta risiko bencana di wilayah hilir.
Rudy Susmanto juga mengajak daerah-daerah yang terdampak aliran Sungai Ciliwung untuk ikut berkontribusi dalam menjaga kawasan hulu. Ia menyebut upaya ini sebagai bentuk “investasi air” demi masa depan bersama.
“Ayo kita berinvestasi, investasi air di Kabupaten Bogor. Kalau sumber mata air dan wilayah resapan terjaga dengan baik, kita bisa meminimalkan dampak-dampak negatif seperti banjir dan kerusakan lingkungan,” terang Rudy Susmanto.
Baca Juga: Rakornas 2026, Bupati Bogor Rudy Susmanto Komitmen Sukseskan Program Presiden Prabowo Subianto
Senada, Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Nur Ari Wardoyo menyampaikan apresiasi kepada Bupati Bogor Rudy Susmanto beserta jajaran atas inisiasi program Bogor Menanam untuk Indonesia.
"Menanam pohon dan memulihkan tutupan lahan di hulu DAS Ciliwung adalah intervensi nyata berbasis ilmiah yang mampu menurunkan risiko banjir dan longsor," terangnya.
Dampaknya memang tidak langsung terasa, tetapi ini adalah langkah penting yang harus dimulai sekarang.
“Pemulihan ekosistem di wilayah hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung sebagai langkah strategis untuk menekan risiko banjir dan longsor di wilayah hilir, termasuk Jakarta," ucap Nur.
Nur menekankan, pemulihan DAS Ciliwung tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga komunitas lokal.
Ia pun mengajak masyarakat untuk tidak hanya menanam, tetapi juga merawat pohon-pohon yang telah ditanam serta menjaga tutupan hutan yang sudah ada.
“Upaya ini adalah kerja kolektif. Kalau kita rawat bersama, dampaknya akan kembali kepada kita semua, dalam bentuk lingkungan yang lebih aman, lebih lestari, dan lebih berkelanjutan,” pungkasnya.