KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU.COM -- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan melakukan rapat koordinasi (Rakor) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dengan leading sector Bappeda Litbang, berlangsung di Aula Rapat Bappeda Litbang Pemkab Bogor, Selasa (08/07/2025).
Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Bogor Cileungsi, Andi Widya Leksana menyebutkan, rakor tersebut juga dihadiri oleh Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja, jajaran Kesra, dan BPKAD.
"Rakor tersebut terkait rencana Bupati Bogor, Rudy Susmanto ingin memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada marbot masjid atau pekerja keagamaan," ungkapnya kepada ceklissatu.com.
"Insha Allah nanti marbot masjid juga akan diberikan perlindungan oleh Pemkab Bogor, seperti halnya ketua RT dan ketua RW yang sudah berjalan selama ini," tambahnya.
Baca Juga: Bukti Perlindungan Nyata: BPJS Ketenagakerjaan Kembali Salurkan Santunan kepada PMI Meninggal Dunia
Meski saat ini masih berjalan secara marathon, namun ditargetkan perlindungan tersebut bisa mengcover sebanyak 3.581 marbot masjid. Dengan tahap awal bagi masjid yang teregister di Kementerian Agama (Kemenag) guna mempermudah pendataan.
"Semoga tahun ini bisa lebih luas lagi cakupannya sampai ke musala-musala di kampung atau desa. Sementara ini untuk marbot masjid teregister di Kemenag, data saat ini 3.581, tersebar di 40 kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor," terangnya.
Program yang disampaikan dan akan diterima marbot masjid yaitu program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan program Jaminan Kematian (JKM). Andi Widya Leksana menyebutkan bahwa JKK ini ruang lingkupnya cukup luas.