"Acara ini merupakan bagian dari menggerakkan masyarakat untuk makan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman, sehingga diharapkan acara ini bisa memengaruhi preferensi makan kita untuk mengganti ketergantungan kita kepada tepung terigu, khususnya anak muda.”, kata Andriko.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, menekankan pentingnya pola hidup sehat yang bisa dimulai dari pola makan. Kebiasaan baik ini perlu dimulai dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan terdekat.
"Pola hidup sehat warga masyarakat Kota Bogor harus dimulai dengan merubah pola makan mengurangi yang goreng-gorengan. Mungkin bisa dilakukan sosialisasi pola hidup sehat dengan diawali dari diri sendiri, keluarga, lingkungan terdekat hingga seluruh kota. Acara ini bukan hanya ceremony saja tetapi harapannya kita bisa implementasikan pola makan yang sehat," ungkap Denny.
Baca Juga: Denny Mulyadi Dorong Pola Hidup Sehat dan Kemandirian Pangan Lokal
Kegiatan Launching Bogor Food Savior ditutup dengan Orasi dari Nur Fitria Aulia dan Zahra Aulia, perwakilan duta pangan yang berisikan ajakan untuk peduli terhadap ketahanan pangan Kota bogor terutama dalam isu food lost dan food waste.
“Makanan yang hari ini kita makan dan kita buang menjadi harapan hidup orang lain dan kita anak muda menjadi agent of change untuk menjadikan ketersediaan pangan di Indonesia menjadi berkelanjutan.” Kata Nur dalam orasinya.
“Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk Bersatu, bergerak, bersama, mari kita wujudkan kota bogor yang Tangguh, peduli, dan berdaulat pangan. Karena ketahanan pangan bukan hanya untuk hari ini tetapi untuk masa depan kita.” Tambah Zahra.
Kegiatan ini diharapkan mampu menggerakkan anak muda di Kota Bogor untuk menciptakan sistem pangan kota yang lebih adil, berkelanjutan, dan inklusif.
Handy Purnama