"Kalau biasanya hanya kirab dari kecamatan atau kelompok masyarakat, kali ini yang ditampilkan adalah sebuah teatrikal berjalan. Masyarakat akan disuguhkan rangkaian cerita tentang perjalanan Prabu Siliwangi, Kerajaan Pajajaran, hingga Pakuan. Itu yang membedakan Helaran Pajajaran dengan kegiatan sebelumnya," jelas Dedie.
Dedie juga mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat yang memadati lokasi penyelenggaraan sejak sebelum acara dimulai. Menurutnya, respons positif tersebut menjadi pertanda bahwa Helaran Pajajaran diterima sebagai wajah baru peringatan Hari Jadi Bogor.
"Pesertanya hampir seluruhnya berasal dari berbagai komunitas. Antusiasme masyarakat juga luar biasa, sejak sore kawasan sudah dipenuhi warga. Ini menunjukkan bahwa Helaran Pajajaran merupakan acara yang sangat istimewa. Mudah-mudahan ke depan benar-benar menjadi identitas baru Kota Bogor. Setiap memperingati Hari Jadi Bogor, masyarakat akan mengenal Helaran Pajajaran sebagai tradisi yang selalu dinantikan," tutupnya