“Melalui program ini, kita ingin mendorong perempuan desa untuk semakin berdaya, kreatif, dan produktif, sehingga mampu berkontribusi nyata terhadap kesejahteraan keluarga dan kemajuan wilayahnya,” imbuhnya.
Menurutnya, Festival Tangkil menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan berbagai pihak dalam menggali potensi lokal.
Baca Juga: Seluruh Kantor SKPD Bogor Akan Jadi Kantong Parkir CFD Jalan Tegar Beriman, Kecuali Ini
“Kami ingin desa binaan P2WKSS bukan hanya unggul secara administrasi, tetapi juga memiliki daya saing melalui produk, budaya, dan partisipasi masyarakatnya,” tuturnya.
Sebagai informasi Festival Tangkil menampilkan berbagai kegiatan menarik seperti lomba permainan tradisional (engklek, congklak, gobak sodor, egrang, dan bekel), bazar produk UMKM, pameran hasil kerajinan tangan, serta pagelaran seni budaya lokal.
Selanjutnya, Kepala Desa Tangkil, Acep Awaludin menyampaikan rasa syukur atas kegiatan yang menjadi bagian dari Program Terpadu Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS), berdasarkan Keputusan Bupati Bogor Nomor 400.2-194 Tahun 2024 dan Keputusan Kepala Dinas DP3AKB Provinsi Jawa Barat Nomor 815 Tahun 2025.
“Festival Tangkil ini bukan sekadar sebuah rangkaian acara, tetapi perayaan dan ruang dedikasi untuk menggali potensi lokal, terutama peran perempuan dalam membangun kemandirian dan kesejahteraan keluarga," tuturnya.