BOGOR, CEKLISSATU - Pemilihan Duta Jejaka, yang rencananya akan digelar oleh komunitas Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) pada Sabtu 18 Juni 2022 mendatang di kawasan Puncak, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor dibatalkan.
Pembatalan tersebut terjadi setelah pihak aparat kepolisian berhasil mengendus acara yang dikemas dengan Big Event Gathering di sebuah Vila Pondok Kaluska.
Saat dikonfirmasi, pihak pengelola Pondok Kaluska, Ita (36) membenarkan acara tersebut dibatalkan.
Ia juga mengaku baru mengetahui jika acara tersebut ajang untuk kaum LGBT setelah petugas Kepolisian Sektor Megamendung memberi tahu dirinya.
"Saya tidak tahu kalau yang mau sewa itu dari kaum LGBT, tahunya ada polisi datang kesini memberitahu. Penyewa hanya bilang untuk acara Big Event Gathering," ujar Ita, Kamis 16 Juni 2022.
Mengetahui hal itu, ia langsung membatalkan dan mengembalikan uang muka sewa vila kepada pihak penyewa.
"Uang mukanya Rp 1,5 juta saya kembalikan karena takut saya yang kena hukum juga," ujar Ita.
Selain pihak kepolisian, para tokoh dari sebuah pesantren di daerahnya itu juga sempat mendatangi vilanya itu. Mereka juga sempat menanyakan rencakan kegiatan Duta Jejaka Indonesia yang akan digelar 18 Juni mendatang.
"Tapi saya bilang acara itu dibatalkan karena kami juga menolak kegiatan LBGT itu," ucapnya.
Ita tidak menyangka jika vila yang dikelolanya itu akan dijadikan lokasi acara bagi kaum LGBT. Ia mengatakan akan lebih selektif dan jika ada penyewa yang hendak menggelar acara besar di vilanya akan dipertegas dalam rangka apa.
Ketua LSM Jangkar Pakuan Pajajaran (JPP) Saleh Nurangga, ia menekankan seluruh warga di Kabupaten Bogor secara tegas menolak aktivitas apapun yang dilakukan kaum LGBT. Karena bertentangan dengan konstitusi maupun kearifan lokal terutama agama.
"Indonesia adalah negara berketuhanan, dimana semua agama tidak memperbolehkan perbuatan LGBT," tegasnya.