BOGOR, CEKLISSATU - Sebanyak 8.650 orang di Kabupaten Bogor terinfeksi Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA. Dari Jumlah itu, Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut ada lima kecamatan yang paling banyak warganya terkena ISPA dalam kurun waktu 2020-2021.

Di antaranya Kecamatan Babakan Madang, Leuwiliang, Ciawi, Gunungsindur dan Kecamatan Jasinga.

Di Kecamatan Babakan Madang, BPS mencatat ada 273 orang yang terkena ISPA, Kecamatan Leuwiliang 260 orang, Kecamatan Ciawi 258 orang, Kecamatan Gunungsindur 207 orang dan Kecamatan Jasinga 192 orang, Sedangkan untuk total kasus di seluruh kecamatan ada 3.698 kasus.

Lalu di Kecamatan Dramaga ada 318 orang, Kecamatan Leuwisadeng 250 orang, Kecamatan Babakan Madang 220 orang, disusul Kecamatan Parungpanjang 217 orang, Kecamatan Ciomas 205 orang dan Kecamatan Caringin 201 orang.

"Ada banyak faktor penyebabnya. Mulai dari karena polusi udara, hingga gaya hidup masyarakat yang kurang sehat," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor, Adang Mulyana kepada wartawan, Senin (27/6/22).

Adang menjelaskan, untuk polusi udara, banyak warga yang tinggal di kawasan industri yang dimana setiap warga rentan terpapar.

"Di kawasan industri, selain udara yang kurang baik biasanya jarang penghijauan juga. Begitu juga dengan emisi kendaraan-kendaraan besar memperburuk kondisi udaranya," jelasnya 

Sementara untuk wilayah-wilayah yang terbilang memiliki udara yang asri, banyaknya kasus ISPA disebabkan pola hidup masyarakat yang kurang sehat.

Pentilasi rumah masyarakat yang buruk menjadi salah satu penyebabnya.

"Masih ada masyarakat yang masak menggunakan kayu bakar dan rumahnya tidak memiliki pentilasi udara yang baik. Begitu juga dengan masyarakat yang sering merokok dalam rumah," tutur Adang.

ERUL