BOGOR, CEKLISSAATU- Jelang tahun baru(nataru) harga telur dari peternak alami kenaikan sejak satu pekan ini, tingginya harga telur diakibatkan selain mahalnya harga pakan ayam, bibit ayam petelur yang tinggi selain itu juga dampak kejadian bencana alam juga berpengaruh pada tingginya harga telur.
Hal itu diungkapkan peternak ayam petelur di Desa Tegal Kecamatan Kemang Kabupaten Bogor, Nirwan menurutnya kenaikan harga pakan ayam saat ini yang sudah mencapai Rp 350 ribu per karung, juga bibit ayam petelur yang mahal menjadikan telur saat ini alami kenaikan menjelang natal dan tahun baru.
Bahkan kajadian bencana Cianjur dan tingginga gelombang air laut di perairan Lampung menjadi salah satu faktor.
Baca Juga : Peduli Korban Gempa Cianjur, IOH Terus Salurkan Bantuan Kemanusiaan
"Kenaikan harga telur naik karena emang pakan masih tinggi, dari awalnya hanya Rp 335 Ribu per karungnya, saat ini masih Rp 350 ribu per karung, dan juga bibit ayam petelur saat ini mahal,"kata Nirwan kepada wartawan.
Jadi sambung Irwan, saat ini banyak petani yang gulung tikar lantaran itu tadi tingginya bibit ayam petelur.
"Peternak yang masih bertahan saat ini masih ayam yang memang mau apkir sehingga untuk bertelur sudah berkurang kalau ayam yang sudah apkir,"katanya.