BOGOR, CEKLISSATU – Pj Bupati Bogor Bachril Bakri mengatakan, untuk meningkatkan jumlah wisatawan dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di sektor pariwisata, perlu adanya kerjasama semua pihak, termasuk Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).
Bachril menjelaskan, di Kabupaten Bogor jumlah kunjungan wisatawan meningkat dari 4,4 juta di tahun 2020 menjadi 16 juta wisatawan di tahun 2024.
PAD sektor pariwisata meningkat dari 63 milyar di tahun 2020 menjadi 624 miliar di tahun 2024.
Baca Juga: Pj Bupati Bogor Pantau Langsung Tempat Wisata Puncak, Pastikan Masyarakat Aman dan Nyaman Berwisata
“Hal ini mengindikasikan bahwa pariwisata menjadi andalan Kabupaten Bogor. Kemudian kami juga memiliki moto Sport and Tourism untuk memajukan sektor olahraga dan pariwisata,” kata Bachril di acara Welcome Dinner Musyawarah Nasional (Munas) PHRI ke-18 tahun 2025, di Kecamatan Cisarua, Senin (10/2).
Untuk itu, Bachril mengajak PHRI untuk bersama-sama menjadikan pariwisata sebagai motor utama pembangunan.
Bachril menerangkan, sebanyak 166 daya tarik wisata (alam, buatan dan budaya), 537 usaha akomodasi (bintang, non bintang dan akomodasi lainnya), 817 usaha restoran dan rumah makan, 170 usaha jasa wisata dan 70 desa wisata ada di Kabupaten Bogor.
Baca Juga: Dedie Dorong DPUPR Tingkatkan PAD Lewat Retribusi Sedot WC
“Saya mengajak semua, terutama PHRI Kabupaten Bogor, mari kita terus menjaga solidaritas, mendukung satu sama lain, serta memperkuat jaringan kerja sama antar pelaku usaha, dan seluruh stakeholder demi kemajuan sektor pariwisata,” ujar Bachril.
Ia melanjutkan, keberhasilan industri pariwisata tidak hanya ditentukan oleh individu atau kelompok tertentu, tetapi oleh kebersamaan kita semua.
“Dengan tekad, daya, dan semangat kebersamaan, saya yakin PHRI dapat membawa industri pariwisata ke tingkat yang lebih tinggi dan memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat,” ucap Bachril.
Sementara itu, Ketua Umum BPP PHRI, Hariyadi BS Sukamdani mengungkapkan, semangat kita adalah ingin memajukan pariwisata skala nasional, dan memajukan potensi yang ada di daerah.
Di tengah tantangan yang terjadi saat ini, kata Hariyadi, kita harus terus mencari jalan agar perusahaan tetap tumbuh dan kitab isa memberikan kontribusi positif untuk bangsa dan negara.
“Kita akan melaksanakan Munas, tentunya akan ada banyak masukan yang diharapkan setelah itu, PHRI bisa semakin maju dan semakin berkontribusi untuk bangsa dan negara,” kata Hariyadi.