BOGOR, CEKLISSATU - Hari Antikorupsi Sedunia atau Hakordia 2022 yang jatuh pada 9 Desember diselenggarakan dengan berbagai kegiatan oleh institusi maupun lembaga di Tanah Air. Salah satunya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Bogor Kota.
BPJS Ketenagakerjaan Kota Bogor menyelenggarakan kegiatan ini dengan mengkampanyekan anti korupsi, yang diikuti pelanggan serta Bhabinkamtibmas dan Babinsa Tanah Sareal dari Kodim 0606 Kota Bogor.
Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bogor Kota, Mias Muchtar mengatakan sejak 9 Desember 2021 lalu, Dewan Pengawas, Direksi, seluruh karyawan, dan keluarga besar BPJS Ketenagakerjaan terus mengajak seluruh stakeholder BPJS Ketenagakerjaan untuk berkomitmen guna mewujudkan penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (ISO 37001:2019).
Baca Juga : Pemerintah Targetkan 14 Juta Pekerja Menerima BSU
"Hal itu dalam rangka upaya pencegahan suap dalam bentuk apapun sesuai dengan Nilai Anti Penyuapan BPJS Ketenagakerjaan yaitu "FIGHT" yakni Fight Bribery, Fight Gratification, Fight Fraud, Fight Luxuries Hospitality," ucapnya pada Jumat, 9 Desember 2022.
Adapun komitmen tersebut diantaranya menjunjung tinggi nilai keimanan sebagai fondasi Budaya Kerja BPJS Ketenagakerjaan dalam Sistem Manajemen Anti Penyuapan, menjaga norma-norma kejujuran dan etika badan serta menolak untuk memberi dan menerima suap, hadiah atau pemberian dalam bentuk apapun (gratifikasi) yang akan mempengaruhi tugas dan wewenang dalam melaksanakan ketentuan Badan.
Menjalankan pengelolaan badan penyelenggara jaminan sosial sesuai prinsip-prinsip tata kelola yang baik, nilai budaya institusi, dan menghindari adanya benturan kepentingan serta senantiasa meningkatkan kinerja dengan tetap memastikan setiap proses dapat dilaksanakan secara taat dan benar.
Membangun kolaborasi dalam menjalankan tugas, fungsi, dan wewenang sesuai jabatan, serta kolaborasi dalam menjalankan komitmen penerapan Sistem Manajemen Anti Suap di BPJS Ketenagakerjaan.
Berperan aktif dalam melaporkan dugaan penyuapan dan pelanggaran terhadap sistem manajemen anti penyuapan dengan itikad balk dan kejujuran.
"Melalui kegiatan Hakordia ini diharapkan, BPJS Ketenagakerjaan dapat menunjukkan kepada seluruh peserta dan para stakeholder, bahwa BPJS Ketenagakerjaan berkomitmen untuk melawan seluruh bentuk korupsi dan melakukan aksi di lingkungan BPJS Ketenagakerjaan dan bersama KPK mewujudkan tema "Indonesia Pulih Bersatu Lawan Korups!"," tegasnya.
Sementara itu, Bhabinkamtibmas Polsek Tanah Sareal, Aiptu Khawasi mengapresiasi BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bogor Kota yang telah menggelar kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini untuk mengingatkan semua pihak bahwa tindak pidana korupsi sangat merusak baik untuk kehidupan diri sendiri, keluarga maupun urusan negara.
"Anti korupsi itu harus di mulai dari diri kita, setelah itu baru mengajak orang lain. Saya yakin kalau kita jujur, disiplin, bertanggung jawab Insyaallah tidak akan ada korupsi di negara ini," ungkapnya.
"Saya juga mengapresiasi semua program-program BPJS Ketenagakerjaan terutama dalam pelayanan melalui digital atau online, sebab dengan begitu dapat menghilangkan oknum-oknum calo dalam mengurus berkas dan sebagainya," sambungnya.
Kendati demikian, sambungnya, menghilangkan calo juga sebagai upaya dalam memutus mata rantai tindak pidana korupsi. Korupsi ini ada transaksi, misal kalau ingin mendapatkan sesuatu dengan cara cepat, instan tentu ada sebuah suap untuk melancarkan itu semua, sedangkan suap masuk dalam tindak pidana korupsi.
"Saya juga mengajak kepada semua pihak untuk bersama-sama menjaga integritas kita, keluarga hingga negara kini supaya korupsi tidak ada di Indonesia," katanya.