<!-- DEBUG-VIEW START 1 APPPATH/Views/common/xml_rss.php -->
<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
     xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
     xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
     xmlns:admin="http://webns.net/mvcb/"
     xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#"
     xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
     xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">
<channel>
<title>ceklissatu.com &#45; Cucu Agus Lesmana</title>
<link>https://ceklissatu.com/rss/author/cucu-agus-lesmana</link>
<description>ceklissatu.com &#45; Cucu Agus Lesmana</description>
<dc:language>id</dc:language>
<dc:rights>Copyright © 2019 Ceklissatu.com. All rights reserved.</dc:rights>

<item>
<title>Stok Minyak Goreng di Pasar Tradisional Banjar Masih Melimpah</title>
<link>https://ceklissatu.com//cek-bogor/stok-minyak-goreng-di-pasar-tradisional-banjar-masih-melimpah</link>
<guid>https://ceklissatu.com//cek-bogor/stok-minyak-goreng-di-pasar-tradisional-banjar-masih-melimpah</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="https://ceklissatu.com/uploads/images/202208/image_750x500_62f4e17479684.jpg" length="296417" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 27 May 2022 14:54:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Cucu Agus Lesmana</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BANJAR, CEKLISSATU</strong> - Kapolres Banjar AKBP Ardiyaningsih mengajak kepada semua pihak baik TNI, dan Pemerintah Kota Banjar agar sama bekerja untuk menindaklanjuti perintah dari pemerintah pusat terkait stabilisasi harga minyak goreng.</p><p></p><p>"Mari kita sama - sama bekerja sama untuk menindak lanjuti perintah dari pemerintah pusat," katanya, usai melakukan pemantauan harga minyak goreng curah di wilayah Kota Banjar, yang didampingi Komandan Kodim 0613/Ciamis Letkol Inf Wahyu Alfiyan Arisandi, dan Kadis KUKMP Kota Banjar Edi Herdianto beserta Kabid Perdagangan. Jumat 27 Mei 2022.</p><p></p><p>Sementara itu, Komandan Kodim 0613/Ciamis Letkol Inf Wahyu Alfiyan Arisandi mengajak kepada seluruh instansi terkait agar berfokus pada stabilitas harga minyak goreng pasca keran ekspor CPO dan minyak goreng dibuka kembali. Mengingat harga minyak goreng masih cukup tinggi meskipun pemerintah pusat sudah menetapkan harga eceran terendah untuk minyak curah.</p><p></p><p>"Pemerintah menginstruksikan TNI-Polri untuk menganalisis harga minyak goreng. Dihadapkan dengan kondisi saat ini, mari kita bersama-sama menjabarkan perintah dari atas, untuk itu kita lakukan pengecekan langsung dilapangan khususnya di Kota Banjar terkait harga minyak goreng curah," katanya.</p><p></p><p>Dandim berharap langkah yang dilakukan TNI-Polri dan Pemerintah Daerah dapat sesuai dengan Pemerintah Pusat. Sehingga kedepan nantinya dapat menstabilkan harga minyak goreng dipasaran.</p><p></p><p>"Sampai sore ini, harga minyak curah ditingkat pedagang besar dan distributor dikisaran Rp.15.400 per kilogram. Harga itu timbul karena ada biaya-biaya yang lainnya seperti biaya transportasi. Semoga kedepan dengan upaya TNI-Polri dan Pemerintah Daerah harga minyak goreng dipasaran dapat kembali stabil dan normal," kata Dandim.</p><p></p><p>Kepada Dinas KUKMP Kota Banjar Edi Herdianto menambahkan, untuk ketersediaan minyak goreng di Kota Banjar cukup melimpah. Namun kebutuhan masyarakat akan minyak goreng mengalami penurunan pasca kelangakaan yang terjadi.</p><p></p><p>"Ketersediaan stok minyak goreng dipasaran cukup melimpah. Sementara untuk harga minyak goreng kemasan sudah sesuai dengan harga ekonomis dikisaran Rp.20.000-Rp.25.000," kata Edi.</p><p></p><p>&nbsp;</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Supir Lalai Jadi Penyebab Kecelakaan Bus Maut Pandawa</title>
<link>https://ceklissatu.com//daerah/supir-lalai-jadi-penyebab-kecelakaan-bus-maut-pandawa</link>
<guid>https://ceklissatu.com//daerah/supir-lalai-jadi-penyebab-kecelakaan-bus-maut-pandawa</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="https://ceklissatu.com/uploads/images/202208/image_750x500_62f4e1343f40c.jpg" length="265219" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 25 May 2022 11:45:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Cucu Agus Lesmana</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>CIAMIS, CEKLISSATU</strong> - Lima hari pasca kecelakaan bus maut pariwisata Pandaea yang merenggut empat nyawa di Dusun Paripurna, Desa Payungsari, Kecamatan Panumbangan, Ciamis, Jawa Barat, Sabtu (21/5/2022) pekan kemarin, Polres Ciamis merilis penyebab kecelakaan tersebut.</p><p></p><p>Kapolres Ciamis, AKBP Tony Prasetyo Yudhangkoro menyebut, hasil gelar perkara menyatakan supir bus Pandawa yakni Ipa Yudin lalai dalam mengemudikan bus dan tidak menguasai medan jalan menurun.</p><p></p><p>"Kami simpulkan dan kami yakini faktor manusia sebagai penyebab utama terjadinya kecelakaan, supir tidak antisipatif dalam berkendara apalagi dihadapkan pada jalan menurun," tutur Kapolres Ciamis, AKBP Tony Prasetyo Yudhangkoro kepada awak media, Rabu 25 Mei 2022.</p><p></p><p>Kapolres Ciamis juga mengatakan bahwa kondisi bagian rem cukup baik sehingga dugaan awal penyebab kecelakaan yang menyebut rem blong tidak sesuai.</p><p></p><p>"Dengan pengalaman dia sebagai supir dan seharusnya bisa diantisipasi, ternyata ada teknik pengereman yang tidak dikuasai oleh supir," tambah AKBP Tony.</p><p></p><p>Selain memeriksa kelayakan bus, poliai juga memastikan supir tidak dalam pengaruh narkoba setelah dilakukan tes urine.</p><p></p><p>Supir disangkakan dengan pasal 310 ayat 1, 2 dan ayat 4 junto pasal 312 dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara.</p><p></p><p>"akibat lalainya supir yang mengakibatkan kecelakaan dan menimbulkan kerusakan material, luka ringan bahkan meninggal dunia, dan untuk pasal 312 tersangka tidak memberikan pertolongan kepada korban justru melarikan diri atau kabur," pungkas AKBP Tony.</p><p></p><p>Sabtu (21/5/2022) pekan kemarin, bus pariwisata Pandawa membawa rombongan peziarah asal Tangerang Banten. Sedianya rombongan dalam bus tersebut hendak melanjutkan perjalanan ke Pamijahan, Tasikmalaya usai wisata religi di Situ Lengkong Panjalu, Ciamis.</p><p></p><p>Namun ketika berada di jalam menurun di Dusun Paripurna, Desa Payungsari, Kecamatan Panumbangan, bus oleng dan menabrak empat mobil, lima unit sepeda motor dan empat rumah warga. Empat orang meninggal dunia dan 38 ota g lainnya mengalami luka-luka.</p><p></p><p>&nbsp;</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Saksi Ceritakan Detik&#45;detik Bus Pariwisata Tabrak Motor, Mobil dan Rumah</title>
<link>https://ceklissatu.com//daerah/saksi-ceritakan-detik-detik-bus-pariwisata-tabrak-motor-mobil-dan-rumah</link>
<guid>https://ceklissatu.com//daerah/saksi-ceritakan-detik-detik-bus-pariwisata-tabrak-motor-mobil-dan-rumah</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="https://ceklissatu.com/uploads/images/202208/image_750x500_62f4e0b1929d2.jpg" length="332682" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 22 May 2022 03:23:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Cucu Agus Lesmana</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>CIAMIS, CEKLISSATU</strong> -Pasca kecelakaan bus pariwisata Pandawa di Dusun Paripurna, Desa Payungsati, Kecamatan Panumbangan, Ciamis, Jawa Barat, empat rumah warga kondisinya kini rusak parah. Seluruh bangunan rusak dan nyaris ambruk. Rumah milik Yeti nyaris ambruk lantaran dihantam bus hingga dinding kanan dan kiri rumah jebol. Saat peristiwa terjadi, Yeti sedang menonton televisi sehingga mengalami luka dan kini masih dirawat di Puskesmas Payungsari.</p><p></p><p>Saksi mata menuturkan, sebelum menabrak lima motor, tiga mobil dan tiga rumah, lanu bus Pandawa terlihat oleng. Bahkan saksi mata mengaku tidak melihat supir bus ketika saksi melakukan pertolongan terhadap korban yang terjebak di dalam bus.</p><p></p><p>"Bus oleng ke kanan jalan dan menabrak mobil lalu oleng ke kiri menabrak pohon hingga tuumbang, kemudian oleng lagi ke kiri dan menabrak lima motor hingga terhenti laju bus setelah menabrak tiga rumah," tutur saksi mata, Agus Gunawan Minggu 22 Mei 2022.</p><p></p><p>Agus bersama warga lainnya terpaksa harus memecahkan kaca belakang bus untuk mengevakuasi seluruh penumpang. Agus mengaku saat proses evakuasi tidak melihat supir bus.</p><p></p><p>"Selama saya dan tetangga melakukan evakuasi, saya tidak melihat supir bus," tambah Agus.</p><p></p><p>Sementara itu, sebanyak 38 korban luka-luka yang sempat dirawat di Puskesmas Payungsari dan Puskesmas Panjalu, sebagian besar sudah membaik dan pulang. Tetapi korban luka berat kini masih dalam perawatan di RSUD Ciamis. Akibat kecelakaan tersebut, empat orang meninggal dunia yang terdiri dari 1 penumpang bus dan tiga orang warga Ciamis dan Tasikmalaya.</p>]]> </content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
<!-- DEBUG-VIEW ENDED 1 APPPATH/Views/common/xml_rss.php -->
