Menilik Keberadaan Kampung Kurma di Jasinga Ceklis Satu

Menilik Keberadaan Kampung Kurma di Jasinga

BOGOR, Ceklissatu.com – Menilik keberadaan tanah PT. Kampoeng Kurma Group (KKG) di Desa Setu, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat yang mungkin keberadaannya dianggap fiktif. Pada, Rabu (4/3/2020), Petinggi KKG, Arfah Husaifah mengajak beberapa awak media untuk mengecek langsung keberadaan tanah yang tengah dalam pembebasan oleh tim lapangan.

Secara fisik juga legalitas, Arfah menyebut sebagian besar areal Kampoeng Kurma di Desa Setu Jasinga kondisinya terbilang clear. Pembebasan lahan dilakukan tahun 2017 dan pembayaran kepada pemilik awal sudah hampir 100 persen.

“Ini saya baru pertama ( ke lokasi Kampoeng Kurma Desa Setu). Saya sudah keliling dan lihat langsung batas-batas tanah Kampoeng Kurma sampai yang paling ujung. Alhamdulillah tanahnya ada, bukan ghaib yah,” ucap Arfah kepada sejumlah wartawan di lokasi Kampoeng kurma.

Di lokasi, Kampoeng Kurma Desa Setu, terbilang memiliki pemandangan indah, asri bernuansa pedesaan. Kontur tanah sedikit berbukit dan lembah di bawahnya terhampar ladang sawah. Lokasi ini mempunyai batas alam sungai Cidurian.

“Masih ada beberapa bidang yang memang belum selesai pembayarannya. Karena belum. Sepakat soal harga. Proses AJB sedang berjalan dan pemberkasan kelengkapan dokumen on progress,” kata Arfah.

Terlihat pada banyak sisi syarat dengan kerbau peliharaan milik warga. Lokasi Desa Setu hanya butuh sedikit polesan untuk menjadikannya kawasan wisata alam dan agribisnis.

“Konsep Kebun Kurma bisa juga dielaborasikan dengan konsep persawahan. Keaslian alamnya bisa tetap dipertahankan, ” ujar petinggi Kampoeng Kurma.

Lebih jauh, Arfah menjelaskan, kedatangannya ke lokasi Kebun Kurma untuk mempercepat penyelesaian tanggungjawab kepada para konsumennya. Selain itu, kepastian ketersediaan lahan di Jasinga merupakan jawaban atas tudingan dirinya melakukan penipuan dengan investasi bodong.

“Usaha kami jual kavling, bukan investasi. Saya bukan juga mau menipu, tapi memang ada faktor-faktor teknis, baik di manajemen lama maupun tim mediator pembebasan. Saya juga enggak kabur ke mana-mana,” jelas pria berusia 37 tahun tersebut.

Tim Lapangam Kampoen Kurma di Jasinga, Kabupaten Bogor
Tim Lapangam Kampoen Kurma di Jasinga, Kabupaten Bogor.

Duit Tersangkut di Biong Tanah
Arfah menceritakan, puluhan miliar rupiah duit Kampoeng Kurma tertahan di sejumlah mediator, baik lokasi Jonggol, Tanjungsari, Cipanas Lebak, Cirebon dan sedikit di Jasinga. Manajemen sudah menggontorkan uang pembebasan, tapi tanah dan surat yang disetorkan tidak sepadan, bahkan ada yang tidak ada tanahnya sama sekali.

Adapun di Jasinga, baik lokasi Desa Setu ataupun Koleang, justru ada kelebihan tanah seluas 37 hektar. Namun, kata Arfah, proses pengkavlingan memang tersesat karena faktor keuangan Kampoeng Kurma yang terjun bebas dalam setahun terakhir.

“Yang kekurangan lahan itu kavling di Jonggol. Ini yang jadi persoalan, karena tidak semua konsumen menolak reposisi kavling dari Jonggol ke Jasinga. Waktu itu akad nya memang kavling di Jonggol. Insya Allah ada solusi. Bismillah, yakin semua permasalahan bisa diselesaikan. Mohon doa ya, ” ungkap Arfah Husaifah.

Konsumen Belum Terima Kavling?

Bos Kampoeng Kurma mengakui belum menyelesaikan seluruh kewajiban terhadap sebagian konsumennya, terkait penyediaan kavling berserta dokumen kepemilikan tanah.

Namin begitu, Arfah menegaskan, Kampoeng Kurma dibantu sejumlah pihak tidak berdiam diri. Saat ini, walau secara bertahap, manajemen terus berikhtiar menyelesaikan semua tanggung jawabnya kepada konsumen.

Semua ingin selesai dengan cepat. Baik soal ketersediaan lahan, surat-suratnya dan konsumen yang meminta refund,” ucap pria berambut gondrong itu.

“Arfah menyebut, progres penyelesaian secara keseluruhan sudah mencapai sekitar 65 persen, baik ketersediaan lahan maupun legalitasnya. Secara faktual, lahan Kampoeng Kurma ada dan luasnya mencukupi kebutuhan kavling untuk semua konsumen. “Kalau semuanya sepakat pindah kavling ke Jasinga, tanahnya ada dan aman,” ujarnya.

Kebut Pemberkasan Surat Tanah
Bos Kampoeng Kurma sengaja memboyong wartawan dan pengacaranya ikut meninjau sekaligus memeriksa aset tanah kebun kurma di wilayah Jasinga, yakni di Desa Setu dan Desa Koleang.

“Aset tanah kami memang ada, malah di Jasinga ini kelebihan. Memang surat-suratnya masih dalam proses pemberkasan. Ada sebagian yang selesai tanda tangan AJB (Akta Jual Beli) dan sudah diserah-terimakan. Sisanya masih pemberkasan, ” papar petinggi Kampoeng Kurma di lokasi Desa Setu.

Untuk pengkavlingan secara keseluruhan lahan kebun kurma sekitar 70 persen,” ucap Arfah, yang turun langsung mengecek, dari ujung ke ujung batas tanah peruntukan kebun kurma.

Pasca keluarnya putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang menolak gugatan Penundaan Kewajiban Pembayaran Hutang (PKPU), membuat aktivitas Arfah dan manajemen Kampoeng Kurma jauh lebih lega. Mereka bisaebih fokus menyelesaikan tanggungjawabnya kepada ribuan konsumen yang menunggu kavling.

“Luat aset lahan Kampoeng Kurma seluruhnya ada 251 hektar, tersebar dibeberapa wilayah. Khusus di Jasinga ada 38 hektar sudah dibebaskan. Sedangkan progres pengkavlingan kebun kurma sudah 70%,” jelas Arfah.

Penulis : Arie Surbakti/Edwin Suwandana

Editor/Foto : Edwin Suwandana /net

Latest news

Puluhan Wartawan Depok Disuntik Vaksin Covid-19

DEPOK, Ceklissatu.com - Puluhan wartawan yang bertugas di Kota Depok bersama ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Depok mulai tanggal 1, 2 dan...

Ratusan Anggota Kodim 06/08 Cianjur Jalani Vaksinasi Covid-19

CIANJUR, Ceklissatu.com- Ratusan anggota Kodim 06/08 Cianjur mengikuti vaksinasi Covid 19 yang dilaksanakan di Aula Makodim Cianjur, Selasa (02/03/21). Dalam kesempatan ini Dandim 06/08...

Pelaksanaan Vaksinasi Massal di Kota Bogor Dikebut

BOGOR, Ceklissatu.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Kesehatan Kota Bogor melaksanaan Vaksinasi massal Covid-19 bagi pelayan publik di Kota Bogor dimulai sejak...

Dua Anggota Pol PP Kecamatan Kemang Ketakutan Disuntik Vaksin

BOGOR, Ceklissatu.com--Dua anggota Satpol PP Kecamatan Kemang, terlihat sangat ketakutan saat akan disuntik vaksin Covid 19. Momen ketika anggota itu ketakutan terekam dalam sebuah...

Related news

Puluhan Wartawan Depok Disuntik Vaksin Covid-19

DEPOK, Ceklissatu.com - Puluhan wartawan yang bertugas di Kota Depok bersama ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Depok mulai tanggal 1, 2 dan...

Ratusan Anggota Kodim 06/08 Cianjur Jalani Vaksinasi Covid-19

CIANJUR, Ceklissatu.com- Ratusan anggota Kodim 06/08 Cianjur mengikuti vaksinasi Covid 19 yang dilaksanakan di Aula Makodim Cianjur, Selasa (02/03/21). Dalam kesempatan ini Dandim 06/08...

Pelaksanaan Vaksinasi Massal di Kota Bogor Dikebut

BOGOR, Ceklissatu.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Kesehatan Kota Bogor melaksanaan Vaksinasi massal Covid-19 bagi pelayan publik di Kota Bogor dimulai sejak...

Dua Anggota Pol PP Kecamatan Kemang Ketakutan Disuntik Vaksin

BOGOR, Ceklissatu.com--Dua anggota Satpol PP Kecamatan Kemang, terlihat sangat ketakutan saat akan disuntik vaksin Covid 19. Momen ketika anggota itu ketakutan terekam dalam sebuah...

1 KOMENTAR

  1. ARFAH HUSAIFAH, BALIKIN DONG UANG REFUND SAYA YANG JANJINYA MARET INI. TANAHNYA AJA GA ADA. JANJI REFUND DARI JANUARI SAMPAI SEKARANG OMONG DOANG.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here