MELAKA, CEKLISSATU– Rangkaian kegiatan Tridarma International Visit & Academic (Batch 6) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Djuanda (UNIDA) berlanjut dengan agenda kunjungan ke Universiti Teknikal Malaysia Melaka (UTeM) pada hari kedua di Melaka. Dalam kunjungan yang mengusung tema "Memperkuat Jaringan Akademik Internasional Malaysia" ini, delegasi FISIP UNIDA melaksanakan Kunjungan Hormat, Academic Meeting terkait isu-isu ASEAN, serta peninjauan langsung ke fasilitas Factory Industry Pesawat dan Teknologi Drone milik UTeM.
Kunjungan ini menjadi langkah progresif bagi FISIP UNIDA untuk melihat bagaimana institusi pendidikan tinggi mengelola hilirisasi inovasi teknologi, sebuah studi kasus nyata yang relevan bagi pengembangan ilmu administrasi dan kebijakan publik.
Kegiatan di UTeM ini merupakan implementasi strategis dari Indikator Kinerja Utama (IKU), khususnya IKU 6 (Kemitraan Program Studi) dan IKU 3 (Dosen Berkegiatan di Luar Kampus). Dengan meninjau langsung industri strategis di lingkungan kampus, FISIP UNIDA memperkuat visi Program Kampus Berdampak. Hal ini membuktikan bahwa ilmu sosial dan politik tidak berdiri sendiri, melainkan hadir untuk memberikan kerangka tata kelola dan kebijakan yang mendukung kemajuan teknologi demi kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga: Sains Komunikasi FISIP UNIDA Gelar LOKO 2026 dengan Pameran Karya Jurnalistik Mahasiswa
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Djuanda, Dr. Hj. Rita Rahmawati, Dra., M.Si., menekankan bahwa kunjungan lintas disiplin ini sangat penting untuk memperluas cakrawala akademik.
"Kunjungan ke UTeM dan fasilitas industri pesawat serta drone ini membuka mata kita bahwa ilmu sosial harus berjalan beriringan dengan kemajuan teknologi. Kami tidak belajar cara merakit mesin, tetapi kami mempelajari bagaimana ekosistem inovasi ini dikelola dan bagaimana kebijakan institusi dapat mendorong kemandirian industri. Ini memperkuat jejaring akademik kami dengan perspektif baru yang lebih komprehensif," ujar Dr. Rita Rahmawati.
Dalam pernyataan keduanya, Dr. Rita menyoroti manfaat langsung kegiatan ini bagi pengembangan riset dan pengajaran di fakultas.
"Bagi dosen FISIP, pengalaman melihat langsung tata kelola industri berteknologi tinggi ini adalah bahan riset yang sangat kaya. Kami ingin memastikan kurikulum dan riset kami adaptif terhadap tantangan zaman. Pemahaman tentang dampak sosial dan regulasi teknologi drone, misalnya, adalah wujud nyata upaya kami menjadikan FISIP sebagai bagian dari 'Kampus Berdampak' yang responsif terhadap isu global," tambahnya.
Sementara itu, Ketua Program Studi Administrasi Publik FISIP Universitas Djuanda, Faisal Tri Ramdani, S.Sos., M.A.P., melihat kunjungan ini dari kacamata tata kelola kolaboratif (collaborative governance).
"Dari perspektif Administrasi Publik, apa yang dilakukan UTeM dengan industri pesawat dan drone-nya adalah contoh konkret keberhasilan model kolaborasi antara akademisi dan industri. Ini menjadi benchmarking yang sangat berharga bagi kami tentang bagaimana merancang kebijakan publik dan tata kelola organisasi yang mampu menstimulasi inovasi. Model manajemen seperti ini yang ingin kami pelajari dan adaptasi dalam pengembangan prodi ke depannya," jelas Faisal.
Baca Juga: Sains Komunikasi FISIP UNIDA Gelar LOKO 2026 dengan Pameran Karya Jurnalistik Mahasiswa
Setelah agenda di UTeM, delegasi FISIP UNIDA akan melanjutkan persiapan untuk presentasi dalam ASEANACA International Conference (6th ICOSTELM 2026) serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat internasional.
Comment