Seni Qasidah Tergerus Zaman, DPD LASQI Bangkit Lantik DPK Kebon Jeruk

JAKARTA, Ceklissatu.com – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Seni dan Qasidah Indonesia (LASQI) Jakarta Barat H. Amran melantik Ketua Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK) Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Hj. Hawillah, Senin (9/3/2020).

Amran mengatakan, dengan di lantiknya DPK Kebon Jeruk berarti LASQI sudah menghidupkan kembali seni budaya Indonesia yang nyaris tergerus budaya luar.

“Qosidah saat ini hanya di ketahui kaum ibu-ibu dan anak zaman sekarang sudah tidak mengetahui kesenian Islami asli Indonesia, apalagi kondisinya sudah nyaris tergerus dengan budaya luar. Bangkitnya LASQI yang selama ini pasif kedepan bisa hidup kembali,” kata Amran.

Kedepan, kata Amran, Qosidah dipastikan akan menerobos ke dunia pendidikan (sekolah-sekolah) yang terutama sekolah Islam. Qasidah akan sebagai pelajaran tambahan, agar anak-anak akan kembali mengerti tentang Qosidah sebagai seni Islami Indonesia.

“Kita berharap LASQI dibawa ke dunia pendidikan dari tingkat SD, SMP, dan SMA agar seni budaya Qosidah tidak tergerus zaman,” katanya.

Sementara Camat Kebon Jeruk Saumun menambahkan, dirinya sangat mengapresiasi dengan dibentuknya LASQI di wilayah Kebon Jeruk, artinya bisa menghidupkan kembali kesenian Islami yang hampir punah tersebut.

“Kita sangat mendukung dengan adanya LASQI berarti menghidupkan kembali kesenian Islami di wilayahnya,” katanya.

Saumun juga menyesalkan, dengan hampir punahnya kesenian Islami Qosidah di wilayahnya. Karena disaat ada perlombaan tingkat walikota mencari personil (Pemain) yang sudah paham kesenian Qosidah sangat sulit.

“Kita sangat kesulitan, disaat ada lombah tingkat Walikota, karena semua yang tau Qosidah itu rata-rata Ibu-ibu,” tambahnya.

Lanjut Saumun, dengan adanya LASQI banyak generasi muda yang mau belajar seni budaya Islami Indonesia agar dirinya juga merasa tidak kesulitan mencari personil untuk setiap perlombaan.

“Semoga Qosidah sebagai seni budaya Islami Indonesia bisa berkembang lagi dan tidak tergerus zaman,” pungkasnya.

Penulis : Johnit Sumbito

Editor : Edwin Suwandana

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *