Ketua MPR : Pemerintah Harus Hadir Dalam Menjaga Kemajemukan Bangsa

BOGOR, Ceklissatu.com – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyatakan, kemerdekaan beragama pada hakikatnya adalah dasar terciptanya kerukunan antar umat beragama. Tanpa kemerdekaan beragama tidak mungkin ada kerukunan antarumat beragama.

Hal tersebut dikatakannya saat menghadiri sekaligus membuka Persidangan Sinode Tahunan (PST) 2020 Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) se-Indonesia, di Aston Bogor Hotel and Resort, Rabu (26/2/2020).

Bacaan Lainnya

Bamsoet juga mencermati perkembangan kehidupan antarumat beragama, yang masih dihantui peristiwa yang tidak mencerminkan toleransi. Tidak mengejawantahkan pemahaman Pancasila dan kebhinekaan, dan cenderung menepiskan visi ke-Indonesiaan.

Berbagai persoalan yang dapat memantik konflik sosial horisontal tersebut tidak lahir dari pertentangan nilai-nilai agama, tetapi muncul dari pemahaman, interpretasi, dan pemaknaan yang keliru terhadap ajaran agama.

“Seluruh warga negara, utamanya pemerintah harus senantiasa hadir dalam upaya menjaga kemajemukan bangsa, dengan mempropagandakan paradigma dan cara pandang baru dalam melihat kemajemukan, yaitu bahwa kebhinnekaan adalah kekayaan yang menyatukan, bukan perbedaan yang memisahkan. Karena sesungguhnya, dari perbedaan itulah kita dapat belajar satu sama lain. Belajar mengakui dan menerima perbedaan, dan belajar membangun kesepahaman,” kata Bamsoet.

Editor : Edwin Suwandana

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *