Menakar Prostitusi Online di Kota Bogor Seperti Apa Komitmen Pemkot Bogor Dalam Menanggapi Hal Tersebut Dimasa Pandemi Covid-19

  • Whatsapp

BOGOR, Ceklissatu.com – Koordinator Aliansi BEM se Bogor Raya
Pandemi Covid-19 mengguncangkan dunia, dunia yang semestinya kita genggam kini mengarah kepada krisis kesehatan global dan sosial ekonomi, kehidupan jutaan anak seakan terhenti.

Semenjak Indonesia mengonfirmasi kasus Covid-19 yang pertama pada bulan Maret 2020 Pemerintah Indonesia telah menggalakan berbagai upaya dalam merespon kondisi sosial diindonesia dengan berbagai aturan dan kebijakan mulai dari PPKM,PSBMK,PPKM darurat dan sebagainya yang dinilai abai terhadap kebutuhan masyarakat yang tertera pada UU tentang Kekarantinaaan Kesehatan nomor 6 pasl 8 tahun 2018 yang diduga habis dikorupsi oleh oknum Pemerintah yang melakukan tindakan KKN dalam hal pemberian bansos.

Bacaan Lainnya

Selama Pandemi Covid-19, Temuan kasus HIV/AIDS pada ibu hamil di Jabar Melonjak, Komisi penanggulanagn Aids (KPA) Jabar, dan Dinkes Jabar, mencatat hampir 1.000n kasus temuan Ibu hamil terpapar HIV/AIDS. Selama periode Januari hingga Desember 2020, tercatat peningkatan angka HIV/AIDS pada kelompok ibu hamil mencapai angka 958 ibu hamil. angka tersebut mengalami kenaikan dari tahun 2019 sebelum pandemi.

Artinya selama pandemi Covid-19 proses monitoring terhadap kasus HIV/AIDS mengalami penurunan Kinerja seperti; POL PP, Dinkes, Dinsos dan KPA Jawa Barat. Tolonglah bagi lembaga yang berkaitan di cek kembali Tempat Hiburan Malam, dan Bagimana pergerakan Hotel-Hotel selama pandemi ini dan cek juga proses perizinannya.

Pada tahun 2013-2018 kota Bogor menjadi salah satu Leading sector diantara kota-kota yang lainnya di Jawa Barat karena kota bogor berhasil menekan laju penyebaran HIV/AIDS yang pada awalnya berjumlah 148 ribu lebih warga dari jumlah 1,9 persen terkena kasus HIV dan sudah menurun dari sebelumnya di angka 2 persenan. Dapat disimpulkan pula bahwa kota bogor melalui KPA, Dinsos, Puskesmas dan lembaga lainnya berkolaborasi untuk mencegah dan menekan laju penyebaran HIV/ AIDS di kota Bogor.

Seperti laporan KPA Jawa Barat pada masa pandemi kasus HIV/AIDS di wilayah jawa barat meningkat dan apakah kota bogor akan menjadi leading sector kembali di akhir tahun 2021 ini mengenang kota Bogor pada tahun 2013-2018 sebelum pandemic covid-19, untuk kembali pada peningkatan hal tersebut Bem se Bogor Raya memberikan rekomendasi untuk pemerintah kota Bogor melalui KPA dan lembaga lainnya yang berkaitan :

1. Mengecek proses perizinan hotel-hotel yang ada dikota bogor dan mendesak KPK melakukan Audit maupun aparatur penegak hukum untuk turun tangan dan mengecek seluruh perizinan usaha yang berada di kota bogor agar tidak bertentangan dengan hukum dan pencegahan kasus Korupsi khususnya dalam pemanfaatan SDA dan penerimaan Daerah.

2. Mendorong Dinas Sosial, Pol PP kota Bogor dan Dinas Kesehatan Melakukan sosialisasi melalui Perda Kota Bogor no. 4 tahun 2016 tentang penanganan Pencegahan HIV-AIDS dimasa pandemi Covid-19.

3. Mendorong Pol PP kota Bogor untuk melakukan mitigasi dampak dengan melakukan patroli di wilayah yang berpotensi tetjadinya penyebaran HIV-AIDS diantarnya lokalisasi, hotspot, warung remang-remang,café.maupun hotel-hotel.

4. penciptaan lingkungan kondusif (dampak penutupan lokalisasi, dampak pemulangan para mucikari sejauh mana peran Pol PP untuk bisa mendeteksi mobilitas para PSK/ mucikari.

5. mendorong adanya kerja sama di wilayah Jawa barat antara provinsi dan kota/kabupaten se Jawa Barat dan antar Provinsi daalam penanggulangan HIV/AIDS yang pembahasan isi perjanjian tersebut lebih mempertegas mengenai tindakan refresif yang dilakukan Polisi Pamong Praja.

Oleh : M. Aditiya Abdurahman

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *