Ceng Beng di TPU Gunung Gadung Sepi

  • Whatsapp
Foto : Suasana di TPU Gunung Gadung, Kota Bogor, Jawa Barat (FX Puniman

Ceng Beng yang merupakan tradisi bagi kalangan Tionghoa untuk ziarah ke makam leluhur setahun sekali, kali ini nampak sepi. Biasanya ribuan orang setiap hari berdatangan berziarah kubur selama sepekan menjelang ceng beng sampai puncaknya hari ceng beng yang tahun ini jatuh pada hari, Sabtu (4/4/2020).

Rupanya mereka mematuhi aturan pemerintah untuk tinggal di rumah saja guna mencegah meluasnya virus covid-19. Para peziarah kubur yang berdatangan setahun sekali selama 7 hari ini sebagian besar adalah warga Jakarta.

Jalan sepanjang dua kilometer dari simpang tiga Cipaku Pamoyanan sampai ke TPU Gunung Gadung, Rancamaya, Kota Bogor dari subuh hingga siang hari dipadati ribuan monil yang pergi pulang.

Ceng beng tahun ini memang sepi. Peziarah kubur tak berdatangan. Penjaga makam yang se tahun sekali biasanya jumpa para ahli waris untuk mendulang rezeki sirna.

Foto : Pemakaman TPU Gunung Gadung, Kota Bogor, Jawa Barat sepi dari peziarah Cengbeng (FX Puniman)

“Tahun ini gagal panen akibat serangan wereng,” kata Dayat yang merawat kebersihan makam lebih dari 50 lokasi melukiskan suasana saat ini akibat serangan virus Covid-19.

Penjual bunga tabur pun dagangannya hanya numpuk digantungan sepi pembeli. Ceng beng tahun ini, mereka berdoa di rumah masing-masing. Berdoa di rumah juga sesungguhnya tak mengurangi bakti pada leluhur.

Editor : Edwin Suwandana

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *