JAKARTA, CEKLISSATU -- Dua pecatur andalan Indonesia, International Master (IM) Satria Duta Cahaya dan Woman International Master (WIM) Laysa Latifah, harus puas berbagi poin dengan lawan-lawannya setelah melewati pertarungan sengit pada Duel Match internasional di JAPFA Chess Festival 2026 berakhir remis pada hari Kamis, 3 September 2026. 

IM Satria Duta Cahaya bermain imbang (remis) melawan pecatur tangguh asal Vietnam, IM Dau Khuong Duy.

Sementara WIM Laysa Latifah juga mencatat hasil remis setelah menghadapi perlawanan ketat dari WGM Xeniya Balabayeva asal Kazakhstan.

Setelah menyelesaikan tiga babak (sejak bergulir 1 September), Laysa dan Satria Duta masing-masing mengantongi rekor dua kali seri dan satu kali kalah.

Kedua pecatur Indonesia ini dijadwalkan kembali bertanding pada hari Jumat, 4 September 2026, yang akan memainkan satu permainan catur standar dan dua permainan catur cepat.

Pengamat catur senior,  Kristianus Liem memprediksikan, Duta dan Laysia yang  kualitasnya di bawah Khoung dan Xeniya masih berpeluang memenangkan partai Duel Match”. Pasalnya, masih ada enam babak catur cepat dan catur kilat yang akan dijalani.

“Untuk catur klasik, harus diakui, pecatur Vietnam dan Kazhakstan lebih unggul. Kalau ingin menang, Duta dan Laysa harus benar-benar memanfaatkan enam babak catur kilat dan catur cepat. Keduanya harus berani bermain agresif,” ujar Kris, panggilan karibnya.

Sementara itu, Iwan Ng, Vice President / Head of Internal Audit PT JAPFA Comfeed Indonesia Tbk mengatakan, setiap tahunnya JAPFA minimal akan menggelar dua kali turnamen.

"JAPFA secara konsisten akan terus mengembangkan olahraga catur di Tanah Air di antaranya dengan menggelar turnamen setidaknya dua kali setiap tahun,” tukas Iwan.

Dia juga sangat berterima kasih pada PB Percasi atas kerjasamanya selama ini. “JAPFA Chess Festival kali ini merupakan yang ke-16 kalinya. JAPFA sangat berterima kasih pada PB Percasi atas kerjasamanya. JAPFA juga sangat berterima kasih pada media,” lanjutnya.