BOGOR, CEKLISSATU - PSSI Kabupaten Bogor kembali membuat terobosan penting dalam tata kelola sepakbola daerah. Untuk pertama kalinya, organisasi ini memberikan bantuan legalitas kepada klub anggota, menandai langkah serius menuju profesionalisme sepakbola modern.
Terobosan tersebut diumumkan dalam Ordinary Congress PSSI Kabupaten Bogor 2025 yang digelar di Hotel Horison Sayaga Cibinong, Sabtu (27/12/2025). Kongres Biasa ini diikuti oleh 42 peserta dari berbagai unsur sepakbola di Kabupaten Bogor.
Peserta kongres terdiri dari perwakilan Bogor Junior League 2025 mulai kelompok usia U9 hingga U14, Asosiasi Futsal Kabupaten Bogor, Asosiasi Sepakbola Wanita Kabupaten Bogor, Asosiasi Wasit, serta Asosiasi Pelatih Kabupaten Bogor.
Baca Juga: Wasit Asal Jepang, Yudai Yamamoto Dikontrak Full Time untuk Super League
Ketua PSSI Kabupaten Bogor, H. Iswahyudi, menegaskan bahwa bantuan legalitas kepada 15 klub anggota merupakan langkah awal yang sangat strategis.
“Untuk tahun ini baru ada 15 klub yang mendapatkan bantuan legalitas. Tahun berikutnya 15 klub lagi, dan seterusnya hingga seluruh klub anggota PSSI Kabupaten Bogor berbadan hukum,” ujar Iswahyudi.
Menurutnya, legalitas klub menjadi aspek krusial dalam membangun sepakbola yang profesional dan berkelanjutan. Dengan status badan hukum resmi, klub akan lebih mudah mengakses dana pembinaan, baik dari PSSI Kabupaten Bogor maupun dari Pemerintah Kabupaten Bogor.
Terobosan ini juga mendapat apresiasi dari jajaran Exco. Herzon Hizkia, anggota Exco PSSI Kabupaten Bogor, menyebut kebijakan tersebut sebagai langkah maju yang sangat positif.
“Dalam sepakbola modern, klub memang harus berbadan hukum. Mulai 2026, sudah ada klub anggota PSSI Kabupaten Bogor yang legal secara formal, dan jumlahnya akan terus bertambah setiap tahun,” jelas Herzon.
Ia menambahkan bahwa pemberian bantuan legalitas dilakukan secara bertahap dan terencana, hingga seluruh klub anggota mendapatkan hak yang sama.
“Semua klub anggota PSSI Kabupaten Bogor pada akhirnya akan menerima bantuan legalitas,” pungkasnya.
Comment