BOGOR, CEKLISSATU -Ketua National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Bogor, M Misbah, kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak talenta-talenta muda disabilitas melalui Sentra Olahraga Disabilitas (SOD). Di bawah kepemimpinannya, prestasi olahraga disabilitas Bumi Tegar Beriman terus melesat, menorehkan berbagai capaian membanggakan di tingkat regional, nasional hingga internasional.
Sejak Misbah menahkodai NPCI Kabupaten Bogor, deretan medali emas dalam ajang Peparda, Peparpeda, Peparnas, Peparpenas, hingga Asian Para Games hampir tak pernah absen dipersembahkan para atlet asal Kabupaten Bogor.
“Alhamdulillah, atlet-atlet disabilitas Kabupaten Bogor selalu mengukir prestasi istimewa, baik tingkat regional, nasional maupun internasional,” ujar Misbah saat menerima kunjungan 9 Pengcab NPCI se-Kaltim, Kamis (11/12/2025).
Salah satu pilar utama kemajuan tersebut adalah keberadaan Sentra Olahraga Disabilitas (SOD) NPCI Kabupaten Bogor. Saat ini, SOD telah membina sedikitnya 80 atlet pelajar dan usia muda yang terus menunjukkan perkembangan luar biasa. Banyak di antara mereka sudah mengoleksi medali emas dalam berbagai kejuaraan bergengsi.
Misbah secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Kepala SOD, Bambang Widodo Tawekal, beserta para pengelola dan pelatih. Menurutnya, totalitas dan dedikasi mereka menjadi bahan bakar utama yang menghidupkan ekosistem pembinaan atlet disabilitas di Kabupaten Bogor.
Tak hanya itu, keberhasilan SOD juga ditopang penuh oleh dukungan Bupati Bogor, Rudy Susmanto, serta perhatian besar dari Kadispora Kabupaten Bogor, Asnan AP. “Dukungan dua tokoh ini sangat memacu motivasi seluruh pengurus NPCI sejak SOD dilahirkan tahun lalu,” jelas Misbah.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan SOD bukan hanya soal program dan fasilitas, tetapi juga nilai-nilai yang ditanamkan kepada para atlet dan pengurus.
“Kunci sukses kami adalah kebersamaan, kekeluargaan, dan kekompakan. Itulah fondasi yang menjadikan SOD sebagai kawah candradimuka lahirnya atlet-atlet Paralympics masa depan Kabupaten Bogor,” pungkasnya.
Comment