JAKARTA, CEKLISSATU - Lionel Messi menyebut kemenangan Argentina atas Inggris  untuk mencapai final Piala Dunia 2026 merupakan hal "istimewa".  Maestro sepak bola berusia 39 tahun itu menjadi kunci kebangkitan Argentina untuk menaklukkan Inggris 2-1 di semifinal, Kamis, 16 Juli 2026.

Setelah Anthony Gordon memberi Inggris keunggulan, Messi memberikan umpan silang kepada Enzo Fernandez untuk mencetak gol penyeimbang pada menit ke-85 dan kemudian juga umpan silang kepada Lautaro Martinez untuk mencetak gol kemenangan Albiceleste di Atlanta, Amerika Serikat.

Messi mengatakan kemenangan di semifinal adalah "kemenangan yang sangat istimewa, terutama bermain melawan Inggris dengan semua konteks sejarahnya."

Pertandingan di Atlanta dimainkan di tengah-tengah perselisihan kedaulatan yang memanas atas Kepulauan Falkland di Atlantik Selatan beberapa dekade lalu.

Argentina menginvasi kepulauan tersebut pada tahun 1982, tetapi Inggris mendapatkan kembali kendali setelah perang singkat.

Messi juga memberikan penghormatan kepada rekan-rekan setimnya di Timnas Argentina dan sikap pantang menyerah yang mereka tunjukkan.

Itu adalah demonstrasi terbaru dari ketangguhan Argentina sepanjang Piala Dunia 2026.

Dalam pertandingan babak 16 besar melawan Mesir, mereka bangkit dari ketertinggalan 0-2  untuk kemudian menang 3-2.

"Apa yang sudah dilakukan tim ini sungguh luar biasa, dan ini, tentu saja, sekali lagi menunjukkan karakter kami, ketangguhan kami, kolektivitas kami, cara kami bermain bersama," kata Messi sebagaimana dilansir Soccerway.

Peraih delapan Ballon d'Or itu mengatakan dia menantikan untuk menghadapi Spanyol di final di Stadion MetLife di New Jersey pada hari Minggu, 29 Juli 2026. Saat itu, Messi akan menghadapi negara tempat dia menghabiskan sebagian besar karier sepakbolanya bersama klub Barcelona.

Messi mengatakan Spanyol, yang melaju ke final setelah mengalahkan tim favorit Prancis 2-0 di semifinal hari Rabu, adalah "tim yang fantastis dengan pemain-pemain luar biasa".

"Mereka (Spanyol) bermain sangat, sangat baik. Saya cukup mengenal mereka. Seluruh ide dan filosofi mereka telah dikembangkan dengan sangat baik selama ini, dan saya juga mengenal para pemainnya," kata Messi.

Jadi, sangat kecewa karena kami sudah bekerja sangat keras untuk berada di sini dan para pemain sudah memberikan setiap tetes tenaga, darah, keringat, dan air mata," tambah Kane.

Penyerang Bayern Muenchen, Kane, yang mencetak enam gol selama turnamen empat tahunan ini, mengatakan bahwa anak asuh Thomas Tuchel kesulitan untuk menahan serangan konstan dari sang juara bertahan.

"Setelah gol tersebut, entah itu karena mereka menempatkan lebih banyak pemain ke depan atau kami tidak mampu menandingi mereka satu lawan satu, itu hanyalah gelombang demi gelombang," katanya.

"Para pemain melakukan blok, tetapi pada akhirnya, itu  tidak cukup" sebut Kane.

Dia mengatakan Inggris tidak berencana untuk mengandalkan pertahanan setelah gol Gordon.

"Ketika kami unggul, pesannya adalah untuk menyerang lagi dan mencetak gol lagi," katanya.

"Kemudian setelah mereka mencetak dua gol, kami mencoba untuk menemukan sesuatu, tetapi kami tidak dapat mengembalikan momentum ke dalam permainan" aku Kane.