JAKARTA, CEKLISSATU - Kongres luar biasa (KLB) yang akan dilaksanakan PSSI untuk menentukan posisi ketua umum (Ketum) pengganti Mochamad Iriawan ditanggapi oleh Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf Macan Effendi.
Dede Yusuf memprediksi calon Ketua Umum PSSI pengganti Mochamad Iriawan akan datang dari yang dekat dengan kekuasaan.
"Kawan-kawan tahu lah kira-kira orang yang terjun di olahraga atau berada di sepakbola, pasti nama-nama itu akan muncul," kata Dede Yusuf kepada wartawan.
Bukan tanpa alasan, dia mengatakan jika hal tersebut tak lepas dari kondisi dan tujuan agar perjalanan PSSI dalam menaungi sepakbola bisa berjalan dengan baik.
Baca Juga : Rumah Warga di Rumpin Terbakar Saat yang Lain Tidur Nyenyak
Apalagi, kata dia, KLB tersebut dilakukan untuk memulihkan PSSI pasca Tragedi Kanjuruhan.
"Kenapa demikian, karena ada regulasi di situ, ada sinergitas dengan sponsorship, dukung fasilitas. Kalau tidak ada kedekatan dengan kekuasaan tentu akan sulit," jelasnya.
Namun begitu, Dede Yusuf tak mempermasalahkan jika hal tersebut benar terjadi. Sebab baginya, kunci daripada perbaikan sistem PSSI adalah SOP atau peraturan tentang pelaksanaan sepakbola.
"Mau muncul dari pemilik klub atau siapa pun, silahkan saja. Tapi yang pasti kepentingannya untuk dunia sepakbola Indonesia," tegasnya.
Sebelumnya, rencana KLB tersebut disampaikan PSSI dalam laman resminya.
Dalam keterangan yang ditandatangani Ketum PSSI, Mochamad Iriawan atau Iwan Bule, PSSI mengatakan jika keputusan KLB tersebut diambil setelah pihaknya menggelar pertemuan pada Jumat 28 Oktober 2022 malam sekitar pukul 19.00 sampai 22.45 WIB di Kantor PSSI.
Dalam pertemuan itu, Executive Committee PSSI melaksanakan Exco emergency meeting, yang dihadiri oleh 12 anggota Exco dan memutuskan untuk mempercepat Kongres Biasa Pemilihan melalui mekanisme Kongres Luar Biasa (KLB) sesuai tahapan aturan organisasi.
Sesuai bunyi pasal 34 ayat 2 statuta PSSI tentang kongres luar biasa, seharusnya sekurang kurangnya 2/3 dari delegasi (voter) yang mewakili anggota PSSI mengajukan permintaan secara tertulis, maka Exco PSSI akan memulai tahapan verifikasi untuk kemudian melaksanakan Kongres Luar Biasa dalam jangka waktu selambatnya 3 bulan setelah proses verifikasi selesai.
Namun Exco PSSI memutuskan mempercepat kongres luar biasa pemilihan dengan memperhatikan surat yang dikirim oleh dua anggotanya, dikarenakan Exco PSSI tidak ingin terjadi perpecahan di antara para anggotanya dan karena exco PSSI adalah mandataris yang dipilih oleh delegasi (voters) yang mewakili anggota PSSI. Tahapan kongres luar biasa akan kami mulai dari berkirim surat pemberitahuan kepada FIFA berisi usulan kongres.
Surat pemberitahuan kepada FIFA tersebut akan kami sebar luaskan kepada rekan-rekan media pada hari Senin, 31 Oktober 2022.
Kami berharap keputusan ini dapat menjadi pertimbangan bagi para pemangku kepentingan kiranya dapat membantu diputarnya kembali kompetisi liga 1, liga 2, dan liga 3 yang selama ini menjadi nafas dan marwah sepakbola di Tanah Air.
Selain itu rapat Exco juga meminta PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) seusai proses hukum yang dialami Direktur Utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita.
ERUL/PSSI(*)
Comment