JAKARTA, CEKLISSATU -- Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Ferry Paulus mengatakan Liga 1 untuk musim 2024/2025 akan dimulai pada bulan Agustus 2025. Selain itu, liga ini juga akan mengalami masa libur saat pelaksanaan SEA Games 2025.

Ferry menyatakan bahwa Liga 1 musim depan direncanakan berlangsung selama sembilan bulan dan akan berakhir pada bulan Mei 2026.

"Kami sudah membuat program bersama PSSI untuk lima tahun ke depan," ungkap Ferry dalam sebuah konferensi pers yang diadakan di Kantor PT LIB, Jakarta Pusat, pada Rabu (9/4/2025).

Ia menambahkan, PT LIB sudah membuat program bersama PSSI. "Kami sudah membuat program bersama PSSI untuk lima tahun ke depan. Bayangan sudah ada. Liga 1 pada Agustus 2025. Liga 2 pada akhir Agustus 2025 dan berakhir Mei 2026."

Dengan perencanaan yang matang ini, diharapkan Liga 1 dapat berjalan lancar dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi para penonton dan klub-klub yang berpartisipasi.

Sementara itu Ferry Paulus, menambahkan pentingnya kualitas kompetisi dalam melahirkan pemain-pemain sepak bola yang handal dan kompetitif. 

"Di mana pun itu, jika kita melihat kompetisi yang berjalan baik, maka akan menghasilkan pemain-pemain berkualitas. Semua bermula dari roda kompetisi yang sehat," ujar Ferry kepada para awak media.

Lebih lanjut, Ferry mengungkapkan bahwa PT LIB bersama PSSI tengah berupaya menyelaraskan visi demi meningkatkan kualitas pemain muda nasional.

Salah satu langkah strategis adalah dengan menyusun standarisasi kompetisi yang mendorong klub untuk bertransformasi dan berperan aktif dalam pembinaan usia dini.

"Kesuksesan Timnas U-17 yang berlaga di Piala Asia U-17 2025 di Arab Saudi dan berhasil lolos ke Piala Dunia U-17 di Qatar adalah bukti nyata kolaborasi seluruh elemen, bukan semata-mata kontribusi PT LIB saja. Ini adalah hasil dari transformasi klub dan sinergi dengan PSSI," jelasnya.

PT LIB, kata Ferry, berperan sebagai fasilitator yang menciptakan iklim kompetisi yang kompetitif dan berstandar tinggi. Dengan demikian, para pemain muda mendapatkan durasi pertandingan yang panjang, latihan fisik yang berkualitas, serta kesempatan untuk berkembang secara berkelanjutan.

Ia juga menyoroti pentingnya kompetisi usia muda seperti Elite Pro Academy (EPA) sebagai fondasi utama regenerasi pemain nasional. “Sebagian besar pemain U-17 lahir dari kompetisi EPA Liga 1. Ke depan, kami akan memperluas cakupan kompetisi usia muda secara geografis dan struktural, tentunya dengan dukungan dari PSSI,” tuturnya.

Ferry juga mengumumkan bahwa mulai musim depan, akan digelar kompetisi U-20 serta penambahan kuota pemain EPA dari klub Liga 2 yang tertarik bergabung. "Jika kompetisi semakin banyak, otomatis menit bermain bertambah, ini selaras dengan permintaan PSSI untuk menjaring pemain dari berbagai strata, tidak hanya dari klub-klub papan atas," pungkasnya.

Dengan visi jangka panjang ini, Ferry Paulus berharap sinergi antara PT LIB dan PSSI mampu mewujudkan ekosistem sepak bola Indonesia yang profesional, merata, dan berkelanjutan—menghasilkan pemain-pemain muda yang dapat bersaing di kancah internasional.