JAKARTA, CEKLISSATU – Turnamen JAPFA Chess Festival 2026 resmi berakhir pada Minggu, 6 September 2026 di Gedung Serbaguna, Senayan, Jakarta. Duel Match Internasional dimenangkan oleh MI Dau Khuong Duy dan WGM Xeniya Balabayeva.
Pecatur muda Indonesia, Satria Duta, kalah 3-7 dari pecatur asal Vietnam, MI Dau Khuong Duy. Sementara Pecatur muda Indonesia lainnya, Laysa Latifah kalah 2-8 dari pecatur Kazakhstan, WIM Xeniya Balabayeva (Xeniya keluar sebagai juara duel match putri). Meskipun kalah, ajang ini menjadi pengalaman dan pelajaran berharga bagi para pecatur muda Indonesia.
Menghadapi Laysa, Xeniya mengakui ketatnya perlawanan yang diberikan sang lawan di atas papan catur. Xeniya menyebut kemampuannya mengendalikan situasi di bawah krisis waktu menjadi kunci utama kemenangannya.
"Saya tidak bisa bilang ini sangat sulit, tetapi jelas bukan pertandingan yang paling mudah. Saya bermain lebih baik di bawah tekanan waktu dibanding dirinya, dan itu sangat membantu saya mengumpulkan lebih banyak poin,” ujarnya kepada awak media.
Kehadiran turnamen bertaraf internasional di Indonesia mendapat apresiasi positif dari Xeniya Balabayeva. Menurutnya, Indonesia memiliki sejarah panjang pecatur putri yang tangguh di tingkat regional maupun internasional.
“Indonesia memiliki sejarah pecatur senior yang hebat. Dengan adanya turnamen seperti ini, saya yakin generasi muda catur Indonesia akan berkembang dan menjadi sangat kuat di masa depan,” ucapnya.
Sementara itu hasil dari kategori open Fide Master Fabian Glen Mariano keluar sebagai juara meski memiliki poin yang sama dengan Gilbert Elroy Tarigan di posisi kedua. Ditempat ketiga ada Arif Abdul Hafiz dengan 7 poin.
Persaingan di kategori open Japfa Chess Festival menurut Fabian tahun ini menyajikan ketegangan tinggi hingga putaran terakhir. Berbeda dari edisi sebelumnya di mana juara ditentukan secara mutlak, tahun ini perolehan poin papan atas berlangsung sangat ketat.
"Kalau yang tahun ini lebih deg-degan ya, karena yang sebelumnya saya juara delapan sendiri poinnya, tidak ada yang sama poinnya. Tapi kali ini ada yang sama, jadi ya agak deg-degan menunggunya hasilnya,” ujarnya.
Kejuaraan Japfa Chess Festival 20206 sukses melahirkan jajaran bibit baru pecatur muda potensial, khususnya pada kategori putri. Keberhasilan para pecatur muda dari berbagai daerah ini diharapkan menjadi angin segar bagi regenerasi atlet catur nasional.
Wakil Ketua Umum I PB Percasi Pandapotan Sinaga, menegaskan akan mengawal proses pembinaan dan pelatihan para juara muda ini secara khusus. Keberhasilan para pecatur muda ini diharapkan menjadi angin segar bagi regenerasi atlet catur nasional.
“Dengan hasil dari kejuaraan ini, kita akan membangun mereka untuk meningkatkan pelatihan, apalagi di usia yang masih sangat muda ini. Harapan kita, khususnya yang juara di putri tadi bisa menjadi pengganti dan penerus Laysa ke depan,”ujarnya.
Wakil Ketua Umum I PB Percasi Pandapotan Sinaga berfoto bersama dengan juara kategori open ide Master Fabian Glen Mariano (kedua dari kanan), IM Arif Abdul Hafiz (kanan), IM Gilbert Elroy Tarigan (kiri)
Comment