JAKARTA, CEKLISSATU  -- Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menyatakan kesiapan skuad Garuda jelang laga menghadapi Saint Kitts dan Nevis dalam ajang FIFA Series 2026 yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.

Dalam keterangannya, Herdman mengawali dengan apresiasi terhadap berbagai pihak yang telah menyukseskan turnamen ini. Ia menyebut ajang tersebut sebagai momentum penting bagi perkembangan sepak bola Indonesia.

“Terima kasih kepada Presiden Erick Thohir, PSSI, GSI, dan FIFA. Ini adalah acara luar biasa yang mempertemukan tim dari berbagai konfederasi. Ini sangat bagus untuk sepak bola Indonesia dan menjadi ujian penting bagi pemain serta staf,” ujar Herdman.

Persiapan Singkat, Intensitas Tinggi

Herdman mengungkapkan bahwa timnya telah menjalani persiapan selama empat hari dengan intensitas latihan yang baik. Ia menilai para pemain datang dalam kondisi prima dan menunjukkan antusiasme tinggi untuk kembali tampil di hadapan publik sendiri.

“Sudah lama kami tidak bermain di sini, tetapi semangat dan kegembiraan itu ada. Besok Anda akan melihat energi tim di lapangan,” katanya.

Fokus Perbaikan Taktik dan Adaptabilitas

Pelatih asal Kanada tersebut menyoroti sejumlah aspek yang ingin ia tingkatkan dari permainan Timnas Indonesia. Selain mempertahankan kekuatan lama seperti solidaritas dan daya juang, Herdman menekankan pentingnya peningkatan dalam transisi dan organisasi serangan.

Ia juga ingin timnya tampil lebih adaptif dan tidak mudah ditebak.

“Indonesia sebelumnya punya kekuatan dalam kebersamaan dan mental bertahan. Tapi kami ingin lebih dinamis, lebih langsung, dan lebih fleksibel dalam membaca permainan,” jelasnya.

Sejumlah pemain seperti Elkan Baggott, Jay Idzes, dan Calvin Verdonk disebut akan menjadi bagian penting dalam membangun gaya bermain baru tersebut.

Kombinasi Pemain Lokal dan Internasional

Herdman juga menjelaskan alasan membawa empat penjaga gawang dalam skuad. Menurutnya, hal ini menjadi bagian dari proses evaluasi sekaligus pembelajaran bagi pemain lokal.

Ia mencontohkan kehadiran Maarten Paes yang bermain di Eropa sebagai sumber pengalaman bagi kiper muda Indonesia.

“Pemain lokal bisa belajar standar dan ide baru. Ini penting untuk pengembangan jangka panjang,” ujarnya.

Lanjutkan Fondasi Pelatih Sebelumnya

Dalam membangun tim, Herdman mengaku melanjutkan fondasi yang telah diletakkan pelatih sebelumnya seperti Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert.

Ia memuji struktur pertahanan era Shin Tae-yong serta pendekatan permainan yang lebih berkembang dari Kluivert, yang menurutnya menjadi dasar untuk membawa tim ke level lebih tinggi.

“Saya ingin menambahkan mentalitas juara, standar tinggi, dan kekuatan kolektif tim agar lebih konsisten,” tegasnya.

Tanggapan Soal Absennya Dean James

Terkait absennya Dean James, Herdman memilih menghormati keputusan sang pemain.

“Dean pemain luar biasa dan bagian dari keluarga kami. Dia punya alasan sendiri, dan fokus saya saat ini adalah pemain yang ada di kamp,” katanya.

Strategi Pemilihan Pemain

Herdman menekankan pentingnya keseimbangan antara pemain muda dan senior dalam skuad. Ia membuka peluang bagi pemain muda untuk berkembang, selama mampu menunjukkan kualitas.

Salah satu nama yang mendapat perhatian adalah Donny Tri Pamungkas, yang dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang ke level lebih tinggi.

“Jika Anda cukup bagus, usia bukan masalah,” ujarnya.

Target Jangka Panjang dan Pentingnya Proses

Terkait peluang kemenangan yang bisa berdampak pada posisi Indonesia di Piala Asia 2027, Herdman menegaskan bahwa fokus utama adalah pembangunan jangka panjang menuju kualifikasi Piala Dunia 2030.

“Sepak bola internasional adalah proses langkah demi langkah. Menang itu penting, tapi yang lebih penting adalah perkembangan tim dan identitas permainan,” jelasnya.

Persaingan Ketat di Lini Belakang

Herdman juga mengakui persaingan ketat di lini pertahanan, namun belum ingin mengungkap komposisi pemain yang akan diturunkan.

“Kami punya banyak opsi berkualitas. Ini keputusan sulit, tapi bagus untuk tim karena meningkatkan kompetisi internal,” katanya.

Jadwal FIFA Series 2026 di Indonesia

Berikut jadwal pertandingan FIFA Series 2026:

Jumat, 27 Maret 2026
Bulgaria vs Kepulauan Solomon (15.30 WIB)
Indonesia vs Saint Kitts dan Nevis (20.00 WIB)

Laga melawan Saint Kitts dan Nevis menjadi ujian awal bagi Herdman dalam membentuk identitas baru Timnas Indonesia sekaligus membuka peluang mencetak sejarah di hadapan publik sendiri.