JAKARTA, CEKLISSATU -- Pecatur International Master (IM) Indonesia, Satria Duta Cahaya, harus menelan kekalahan dari pecatur Vietnam, IM Dau Khuong Quy dalam babak kedua pertandingan duel match Festival Catur Japfa Ke-16 2026 yang diselenggarakan di Gedung Serbaguna Senayan pada Rabu (2/9/2026).
Mengawali pertandingan dengan pembukaan Italia, pecatur berusia 18 tahun ini kalah dalam 43 langkah. Atas hasil ini Duta hany mengumpulkan 0,5 poin dari satu kali imbang dan satu kali kalah dalam dua laga yang sudah dijalani.
Seusai laga, Duta mengakui Dau tampil
agresif sehingga mampu menyerang di saat kritis. “Saya salah langkah dan membuat dia bisa menang hari ini,” ujar Duta.
"Babak ini harusnya posisi saya tidak kalah lah, tapi saya mungkin karena waktu terdesak dan banyak hal lain, jadinya lama-lama terus kalah. Targetnya ya pasti menang duel match-nya! Di sisa babak mungkin lebih nyerang biar coba cari poin berikutnya. Tapi kalau enggak yang klasik enggak bisa menang, ya minimal remis dulu," tegas Duta usai pertandingan.
Nasib yang sama mengalami pecatur putri andalan Indonesia, WIM Laysa Latifah yang kalah dalam pertarungan 52 langkah melawan WGM Xeniya Balabayeva dari Kazakhstan.
Melalui hasil hari kedua, Laysa Latifah membukukan rekor satu kali seri dan satu kali kalah dari dua pertemuan awal melawan pecatur asal Kazakhstan tersebut.
Meski demikian, peluang kedua pecatur Indonesia untuk memenangkan Duel Match ini masih terbuka karena turnamen akan berlangsung hingga Minggu, 6 September 2026.
Pengamat catur nasional, Kristianus Liem, menilai hasil minor di nomor catur klasik ini merupakan konsekuensi logis dari perbedaan kelas dan rating yang cukup mencolok. Namun, ia memuji langkah taktis Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PB Percasi, GM Susanto Megaranto, yang sengaja memilih lawan-lawan berkali-kaliber tinggi sebagai kawah candradimuka.
“Kalau bicara peluang keduanya masih terbuka. Meski diatas kertas mereka diatas pecatur andalan Indonesia,” ujarnya.
Mantan Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PB Percasi itu menyebut peluang besar pecatur Indonesia terletak di catur cepat yang akan dimainkan enam babak.
Lebih lanjut, Kris membeberkan strategi jitu PB Percasi dalam membagi format 10 babak pertandingan, yang membuka peluang bagi wakil Indonesia untuk mendulang angka di nomor non-klasik.
Susanto sangat jeli memilih lawan yang akan menghadapi pecatur Indonesia. Ini pelajaran berharga bagi Duta dan Laysa. Santo juga pintar membagi 10 babak pertandingan menjadi empat babak catur klasik dan enam babak catur kilat dan cepat. Duta dan Laysa yang kecil peluangnya meraih hasil maksimal di catur klasik, bisa mendulang poin dari catur cepat dan catur kilat,” tutupnya.
Comment