JAKARTA, CEKLISSATU – Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia untuk SEA Games Thailand 2025, Bayu Priawan Djokosoetono menyebut e-sport sebagai cabang olahraga yang membanggakan untuk Indonesia.
Hal itu diungkapkan usai meninjau pemusatan latihan cabang olahraga e-sport di JW Marriot, Mega Kuningan, Jakarta.
Saat tiba, CdM Bayu mendapatkan banyak penjelasan terkait program pelatnas yang sejak Mei sudah dijalani 24 atlet. Gelar juara umum yang diraih di SEA Games Kamboja 2023 menjadi patokan untuk bisa kembali meraih prestasi yang sama di SEA Games Thailand 9-20 Desember mendatang.
“Esports merupakan cabang olahraga yang membanggakan untuk Indonesia. Kita sudah mencatat berbagai prestasi di kancah dunia. Di pelatnas ini saya melihat langsung bagaimana mereka berlatih dengan disiplin tinggi, dari pagi sampai sore, bahkan ada apel pagi dan sore. Fisik, kesehatan, dan psikologis mereka dijaga dengan sangat baik. Melihat semangat seperti ini, saya yakin esports Indonesia akan tampil gemilang di Thailand,” ujar Bayu.
Tim Esports Indonesia rencananya akan menurunkan 24 atlet yang akan bertanding di empat nomor pertandingan, yakni Free Fire (dua tim: INA 1 dan INA 2), Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) Men’s, MLBB Women’s, dan FC Online yang dimainkan melalui PC atau komputer.
Head Coach Tim Nasional E-sport Indonesia Richard Permana, menjelaskan bahwa pelatnas yang dijalani selama ini sudah membuahkan hasil positif.
“Selama lima bulan pelatnas, kami sudah mencatat berbagai prestasi, baik di Asia Tenggara maupun level dunia. Dengan sisa waktu 60 hari menuju SEA Games, kami akan terus mengasah kemampuan agar tampil di performa puncak. Target kami jelas, 2 medali emas, 2 perak, dan 1 perunggu untuk Indonesia,” sebut Richard.
Richard menambahkan, nomor andalan Indonesia adalah Free Fire dan MLBB Women’s, di mana keduanya menjadi top contender untuk meraih medali emas. Sedangkan untuk MLBB Men’s, Indonesia akan menghadapi persaingan ketat dari Filipina dan Malaysia, sementara FC Online diprediksi akan dikuasai oleh Thailand dan Vietnam sebagai tuan rumah.
“Tentu kami sudah mempelajari peta kekuatan lawan. Hampir semua atlet yang bergabung di pelatnas adalah pemain berpengalaman di level dunia dan Asia Tenggara, hanya dua orang yang benar-benar debutan. Mereka semua bekerja keras demi Merah Putih,” lanjutnya.
Sementara itu, CdM Bayu juga menyoroti keunikan e-sports sebagai cabang olahraga yang tumbuh dari hobi menjadi profesi prestisius. Menurutnya, dukungan penuh dari seluruh elemen bangsa sangat dibutuhkan untuk menjaga momentum positif ini.
“Ini olahraga yang sangat menarik. Saya sempat mencoba dan ternyata esports bukan sekadar bermain, tapi permainan strategi dan fokus atau a mind game. Ini fenomena baru dalam dunia olahraga: sesuatu yang berawal dari hobi kini bisa mengharumkan nama bangsa di kompetisi dunia,” kata Bayu.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat dan stakeholder untuk mendukung perjuangan atlet e-sports Indonesia. Mereka sudah berlatih keras, disiplin, dan penuh dedikasi. Kami di tim CdM akan memastikan seluruh kebutuhan dan fasilitas terpenuhi, agar mereka bisa fokus memberikan yang terbaik bagi Indonesia,” tegasnya.
Comment