WHO: Varian Delta Lebih Mengkhawatirkan Daripada Varian Mu

  • Whatsapp
Ilustrasi Corona Virus.

JAKARTA, Ceklissatu.com – Varian delta dinilai tetap menjadi jenis virus SARS-CoV-2 paling mengkhawatirkan, meskipun telah muncul varian mu. Hal itu dikemukakan oleh pemimpin teknis Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Maria Van Kerkhove.

Minggu lalu, varian mu telah ditambahkan ke daftar variant of interest WHO. Varian yang pertama kali terdeteksi di Kolombia ini memiliki sejumlah mutasi yang resisten terhadap antibodi vaksin dan penyintas Covid-19. Namun dalam hal peningkatan kasus, menurut Kerkhove, varian mu tidak lebih mengkhawatirkan dari delta.

Bacaan Lainnya

“Varian delta bagi saya adalah yang paling mengkhawatirkan karena peningkatan penularannya,” kata Kerkhove.

Delta dengan cepat menyebar ke setidaknya 170 negara, termasuk AS, sejak pertama kali terdeteksi di India pada Oktober. Sementara varian mu yang dikenal sebagai B.1.621, sejauh ini baru menyebar ke setidaknya 39 negara.

“Varian mu meningkat prevalensinya di beberapa negara Amerika Selatan, tetapi juga menurun di wilayah lain di dunia, terutama di mana varian delta sudah beredar,” kata dia.

Kepala program kedaruratan kesehatan WHO, Mike Ryan, juga sepakat bahwa varian delta masih menjadi varian paling ganas dibanding yang lain. Ia mengatakan bahwa kemunculan varian baru adalah sesuatu yang wajar dan alamiah. Setiap varian perlu dilihat karakteristiknya, untuk mengukur potensinya dalam memperparah penyakit, menular, hingga potensi lolos dari vaksin.

“Jadi tidak masalah jika varian baru memiliki perubahan genetik yang memungkinkannya resisten terhadap perlindungan vaksin. Jika itu mengkhawatirkan, maka kita benar-benar perlu melihat diagnosa dan bagaimana kita mengembangkan vaksin,” kata Ryan.

Di sisi lain, WHO memantau empat variant of interest: alpha, yang pertama kali terdeteksi di Inggris; beta, pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan; gamma, pertama kali terdeteksi di Brasil, dan delta. Varian yang menjadi perhatian umumnya didefinisikan sebagai strain bermutasi yang lebih menular, lebih mematikan, atau lebih resisten terhadap vaksin dan perawatan saat ini.

WHO juga terus mencermati varian lain termasuk lambda yang pertama kali diidentifikasi di Peru – yang telah menyebabkan wabah di banyak negara dan memiliki perubahan genetik yang dapat membuatnya lebih berbahaya daripada jenis lainnya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *